Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kasus Mutilasi Budi Hartanto: Sidang Perdana Aziz-Aris Batal

Penasihat Hukum Tak Hadir

07 Agustus 2019, 18: 39: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

sidang pembunuhan budi

MENUNGGU: Dua terdakwa kasus mutilasi, Aris dan Aziz, berdiri di dalam sel tahanan PN Kabupaten Kediri menunggu pelaksanaan sidang yang akhirnya ditunda. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Raut muka kecewa terlihat di wajah Sudarmaji dan Mudah. Kedua orangtua Budi Hartanto, korban pembunuhan dan mutilasi, itu tak bisa menutupi ketidakpuasannya karena sidang pembunuh anaknya ditunda. Sidang yang menghadirkan dua terdakwa, Aziz Prakoso, 23, dan Aris Sugianto, 34, itu baru digelar lagi Selasa depan.

“Sidang ditunda karena PH terdakwa tidak dapat hadir dalam persidangan,” terang Heri Santoso, penasihat hukum keluarga Budi.

Tidak hanya kedua orang tua dan kedua adik Budi yang kecewa karena penundaan itu. Teman-teman Budi yang menyempatkan waktu datang ke pengadilan juga merasakan hal yang sama. Apalagi mereka mengaku penasaran dengan dua sosok pembunuh sadis tenaga honorer di SDN Banjarmlati II tersebut.

“Kami ingin mengetahui lebih jelas, apa unsur para terdakwa ini melakukan (pembunuhan) tersebut,” imbuh Heri.

Sudarmaji dan Mudah mengatakan sama sekali tidak pernah mengenal Aziz dan Aris. Meski kini Budi telah tiada, keluarga Budi tetap melanjutkan usaha yang dulu pernah dikelola anak pertama dari tiga bersaudara tersebut.

Sementara itu, seharusnya sidang yang berlangsung di ruang Cakra PN Kabupaten Kediri kemarin berisi pembacaan dakwaan. Sidang sempat dibuka oleh majelis hakim yang diketuai Fahmi Nugroho. Dua jaksa penuntut umum (JPU) yang hadir, Tommy Marwanto dan Moch. Iskandar, juga siap dengan materi dakwaannya. Namun, tidak ada barisan penasihat hukum di bangku terdakwa.

Sebenarnya, hakim sempat menanyakan apakah terdakwa bersedia melanjutkan proses sidang tanpa didampingi PH. Tapi dua terdakwa itu menolak. “Karena terdakwa meminta didampingi penasihat hukum, sidang hari ini ditunda. Dan akan kembali dibuka pada Selasa (13/8),” ujar hakim Fahmi.

Penasihat hukum terdakwa, Taufik Hidayat, mengaku sudah mendapatkan surat dakwaan. Namun, karena timnya tidak lengkap mereka meminta untuk penundaan sidang. “Sidang diundur minggu depan karena beberapa PH sedang ada sidang di luar kota,” kata Taufik saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp kemarin.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa pembunuhan tersebut terjadi 2 April 2019. Lokasinya di warung yang dikelola terdakwa Aris, warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Warung itu berada di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo.

Dalam melakukan aksinya Aris dibantu Aziz, warga Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo. Kebetulan saat itu Aziz berada di warung tersebut.

Sebelumnya, korban Budi dan terdakwa Aris cekcok. Keduanya bertengkar karena dipicu masalah uang. Setelah berhubungan intim, korban minta uang. Namun terdakwa tak mampu memberi.

Menurut pengakuan terdakwa, saat korban marah itu Aziz berniat melerai. Tapi justru diserang Budi. Berdalih memperhankan diri Aziz justru membunuh Budi.

Setelah Budi tewas, kedua terdakwa berniat membuang mayat. Namun, rencana memasukkan tubuh korban ke koper tak kesampaian karena kekecilan. Kedua terdakwa akhirnya memotong kepala korban. Antara tubuh dan kepala akhirnya dibuang terpisah.

Dalam surat dakwaan yang disusun JPU terdapat tiga pasal yang dipasangkan. Mulai  Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP. Kedua Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP, dan Ketiga Pasal 365 Ayat 4 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia