Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events

Prodamas Award: Rembuk Warga Jadi Rujukan

07 Agustus 2019, 18: 32: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

prodamas award semampir

PRODUKSI: Ibu-ibu di RT 20/ RW 03 Kelurahan Semampir membuat kue di Dapur Gayan 20. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

    KOTA, JP Radar Kediri - Anggaran program pemberdayaan masyarakat (Prodamas) Kota Kediri dimanfaatkan maksimal oleh warga. Sejumlah inovasi pun berkembang seiring program yang hadir sejak 2015 ini.

Seperti di RT 20/RW 03, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Di tempat ini ada kelompok usaha bersama (kube) di bidang kuliner. Dari anggaran Prodamas RT tersebut menggunakannya untuk membeli peralatan memasak.

“Setelah adanya peralatan dari Prodamas, pembuatan kue semakin cepat,” kata Suseno, pengurus home industri Dapur Warga Donayan 20 atau yang biasa disingkat Dapur Gayan 20.

prodamas pesantren

INFRASTRUKTUR: Tim mengecek pembanguan gedung pertemuan di RT 31/RW 10 Blabak, Pesantren. (Adi Nugroho - radarkediri.id)

Kini, lebih banyak warga yang terlibat. Mereka pun memanfaatkan media sosial (medsos) untuk pemasaran. “Nasi bakar ada dua varian, bedanya di lauk. Ada ayam atau tongkol. Kami juga menerima pesanan untuk acara hajatan,” ujar Murtiningsih salah satu anggota Dapur Gayan.

Di RT 32/ RW 05 kelurahan yang sama, yang dinilai adalah bidang sosial. Mereka menggunakan anggaran Prodamas untuk pembelian mesin jahit. Tujuannya memberdayakan perempuan wilayah ini. Apalagi RT ini di wilayah bekas lokalisasi Semampir. Mesin jahit diharapkan bisa meningkatkan pendapatan warga.

Di Kecamatan Mojoroto, penjurian berlangsung di Kelurahan Bujel. Dua RT yang dituju menawarkan bidang infrastruktur.

Sementara itu, kemarin tim penilai Prodamas Award juga menyambangi Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren. Ada tiga RT yang mendapat penilaian dari tim. Mulai dari RT 10/RW 03, RW 04/RW01, dan RT 31/RW 10.

Di RT 10/RW 03, penilaian difokuskan dalam bidang ekonomi. Di RT ini, ternyata warganya giat menambah penghasilan dari berbagai sumber usaha. Salah satunya yakni dengan pembuatan pia.

“Lumayan untuk menambah penghasilan warga, terutama ibu-ibu di sini,” ujar  Mardjuni, ketua RT yang wilayahnya berada di pinggir jalan raya, yaitu Jalan Kapten Tendean ini.

Dengan omzet sekitar Rp 1 juta per bulan, kelompok usaha makanan yang juga menerima pesanan katering ini mendapat dukungan dari anggaran Prodamas. Yakni dengan pengadaan sejumlah alat. Mulai dari alat pengaduk adonan sampai oven. “Warga sangat terbantu dengan adanya Prodamas,” ungkapnya.

Sedangkan di dua RT lain, yakni RW 04/RW01 dan RT 31/RW 10, penilaian difokuskan di bidang infrastruktur. Jika di RT 04/RW 01 ada peninggian saluran air serta pembangunan gudang RT, di RT 31/RW 10 yang berada di area perumahan Villa Bulurejo, membangun gedung pertemuan yang cukup luas.

Ketua RT 04/RW 01 Mesilah mengatakan bahwa peninggian saluran air memang menjadi perhatian warganya.  “Dalam rembuk selalu diusulkan,” bebernya.

Rembuk warga juga menjadi rujukan pembangunan di RT 31/RW 10. Di RT ini,  salah satu realisasi prodamas adalah pembangunan gedung pertemuan di sudut komplek perumahan. Gedung ini rencananya bukan hanya untuk dimanfaatkan untuk pertemuan, melainkan juga sebagai tempat kerja.

“Selama ini belum punya tempat. Jadi warga sini memang mengusulkan pembangunan gedung ini,” tandasnya.

Gedung yang dikerjakan di tahun 2018 ini belum sepenuhnya jadi dan akan dilanjutkan pada penganggaran Prodamas tahun selanjutnya. “Rencananya juga akan membangun gudang untuk menyimpan inventaris,” papar Budi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia