Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Features

Mereka Para Pecinta Tanaman Hias Aglaonema

Punya Julukan Kelompok Pemenang

06 Agustus 2019, 15: 31: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

aglaonema

INDAH: Para anggota AGS di tengah-tengah aglaonema koleksi mereka, di Desa Doko, Kecamatan Ngasem. (Habibah Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

Satu kekalahan dalam kontes tidak membuat kelompok pecinta tanaman Aglaonema ini menyerah. Kini kelompok tersebut sudah tidak bisa dianggap remeh. Sampai-sampai dijuluki kelompok pemenang. Karena nyaris selalu menang di setiap lomba yang diikuti.

HABIBAH A. MUKTIARA, Kabupaten, JP Radar Kediri

Ketika dijumpai pada Minggu (29/8) lalu, rumah Solikin begitu asri. Di halamannya terlihat berbagai macam tanaman. Salah satunya adalah tanaman Aglaonema.

Rumah yang terletak di Jalan Kyai Doko, Desa Doko, Kecamatan Ngasem itu memang menjadi lokasi perkumpulan pecinta Aglaonema. Mereka menamakan diri dengan AGS, Aglaonema Sambalado.

Perkumpulan ini baru dibangun pada 2014. Bermula dari grup WhatsApp (WA). Anggota perkumpulan bertemu dari sebuah  grup sesama pecinta tanaman. Hingga akhirnya Solikin membuat kelompok kusus pecinta Aglaonema.

Kelompok yang diberinama Aglaonema Sambalado tidak hanya terhubung melalui grub WA. Namun juga mereka juga memilik facebook grup. Yang anggotanya saat ini mencapai 80 anggota. “Untuk kelompok aktif, terdapat sekitar 20 anggota,” terang A. Faiz Fadlulloh, 42, ketua Perkumpulan Aglaonema Sambalado.

Laki-laki yang berasal Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, menjelaskan bahwa anggota AGS berasal dari bermacam-macam latar belakang. Tidak hanya berlatang belakang penjual tanaman hias saja. Namun juga pegawai yang menyukai tanaman.

Pada 2016, AGS sempat nekat mengikuti kompetisi yang diadakan di Surabaya. “Saat itu tanpa mengetahui apa-apa, kami nekat ikut perlombaan,” tutur Agus Rosadi, salah satu anggota.

Hanya bermodalkan nekat, dan minim pengetahuan membuat perkumpulan Aglaonema Sambalado tidak mebawa satu pun piala. Namun dengan mengikuti perlombaan tersebut, mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman baru. Juga mendapatkan tambahan pengetahuan dari peserta lain.

Salah satunya adalah cara perawatan aglaonema hingga jenis-jenisnya.

Setelah itu mereka kian aktif ikut berbagai lomba. Baik di dalam maupun luar kota. Hasilnya, AGS akhirnya mendapat banyak kemenangan.

Namun, tujuan utama mereka bukan lomba-lomba itu. Tapi bagaimana bisa merawat tanaman hias. Terutama aglaonema. Apalagi, merawat tanaman jenis ini gampang-gampang susah. Tanaman yang memiliki 30 spesies ini tidak dapat terkena sinar matahari secara langsung. Tanaman Aglonema biasanya rentan terhadap tungau. Atau bahkan busuk pada akar.

Daya tarik tanaman ini adalah pada daun. Karena itu, penataan daun perlu dilakukan. “Ketika daun mulai tumbuh, harus ditata sesuai arah,” terangnya.

Untuk menata daun, harus perlu kehati-hatian. Agar daun nantinya tidak robek. Juga, daun harus sering dilap agar mengilap.

Menurut Fais, aglaonema sangat menarik meskipun tak muncul bunganya. Dan jenis tanaman ini juga banyak disuka para ibu. Karena daunnya yang  bermacam corak.  

“Tanaman Aglaonema, juga dapat menjadi pekerjaan sampingan untuk ibu-ibu,” tutur Fais.

Karena itu, kelompok ini juga menggelar pelatihan. Terutama bagi para ibu-ibu. Dalam pelatihan tidak hanya diajarkan cara perawatan tanaman. Namun juga tentang cara packaging. Termasuk bagaimana memotret tanaman yang akan diupload di medsos.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia