Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Salurkan Dana BOS Puluhan Miliar

Penggunaan Anggaran Sesuai Juknis

06 Agustus 2019, 13: 52: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

BOS

TUMBUHKAN MINAT BACA: Siswa SDN Mangundikaran 1 memilih buku di perpustakaan sekolah. Koleksi buku di perpustakaan semakin banyak setelah sekolah menggunakan dana BOS untuk membeli buku. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK,JP Radar Nganjuk–Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk sudah menyalurkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) senilai puluhan miliar ke SD dan SMP. Saat ini, sekolah menunggu pencairan triwulan ketiga mulai September nanti. Disdik meminta agar pengggunaan anggaran sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dana BOS.

Kabid Perencanaan Disdik Kabupaten Nganjuk Hadi Sukamto mengatakan, dana BOS SD dan SMP sudah dicairkan untuk triwulan pertama dan kedua. Untuk SD, total dananya mencapai Rp 39,522 miliar. Sedangkan BOS SMP sebesar Rp 20,763 miliar. “Itu jumlah penyaluran triwulan pertama dan kedua,” ujar Hadi kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Untuk triwulan pertama, Hadi melanjutkan, dana BOS disalurkan pada akhir Maret lalu. Sementara triwulan kedua, dicairkan Juni lalu. “Memang sempat terlambat, terutama di triwulan pertama,” lanjut mantan kasi kurikulum pendidikan dasar (dikdas) disdik ini.

Hadi mengungkapkan, dana BOS disalurkan kepada semua sekolah di Kabupaten Nganjuk. Baik SD dan SMP negeri maupun swasta. Dibanding swasta, SD dan SMP negeri menerima anggaran lebih besar. “Itu tergantung jumlah lembaga dan siswa,” terangnya.

Di triwulan pertama dan kedua, SD negeri menerima sebesar Rp 37,077 miliar. Adapun di SD swasta hanya Rp 2,445 miliar. Selanjutnya, semua SMP negeri menerima total Rp 18,643 miliar. Sedangkan SMP swasta Rp 2,119 miliar.

Untuk penyaluran trwilan ketiga, menurut Hadi akan dilakukan pada September nanti. Jumlahnya sama dengan penerimaan triwulan pertama. Adapun khusus penyaluran triwulan keempat pada Desember, nominalnya menyesuakan dengan jumlah siswa setelah penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020.

Dia mengatakan, batas waktu penyerahan data pokok pendidikan (dapodik) pada 30 Oktober 2019. Karena itulah, setelah pelaporan tersebut, setiap sekolah menerima dana BOS triwulan keempat yang berbeda dengan sebelumnya. “Yang menjadi acuan jumlah siswa setelah PPDB,” tandasnya.

Dengan asumsi jumlah siswa tidak berubah, total dana BOS SD tahun ini sekitar Rp 65,87 miliar. Sedangkan SMP menerima sekitar Rp 34,606 miliar. “Kalaupun berubah, selisihnya tidak besar,” imbuh pria berkacamata ini.

Lebih jauh dia menjelaskan, penggunaan dana BOS harus sesuai dengan juknis. Salah satunya sekolah bisa menggunakan untuk pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana (sarpras). “Khususnya untuk kerusakan ringan. Misalnya pengecatan dan mengganti plafon,” tegasnya.

Selain itu, sekolah juga bisa melakukan pengembangan perpustakaan melalui dana tersebut. Di antaranya dengan pembelain buku teks maupun nonteks.

Di Kabupaten Nganjuk, Hadi menambahkan, ada beberapa SD yang menerima dana BOS di bawah Rp 10 juta. Terutama sekolah yang jumlah siswanya di bawah 60 anak. Dengan anggaran yang minim, sekolah perlu menyesuaikan penggunaan anggaran.

Sementara itu, Plt Kepala SDN Mangundikaran 1 Nganjuk Agustin mengaku, selama ini BOS di sekolahnya banyak digunakan untuk membeli buku. Baik buku teks kurikulum 2006 dan 2013 maupun nonteks. “Koleksi buku di perpustakaan lumayan banyak. Tinggal menyediakan gedungnya yang lebih layak,” kata perempuan berkerudung ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia