Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Nekat Buang Sampah di Pinggir Jalan

DLH Minta Masyarakat Usulkan TPS

05 Agustus 2019, 14: 50: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

Sampah

LIAR: Warga nekat membuang sampah di tepi jalan Kelurahan Cangkringan, Kota Nganjuk. DLH berdalih warga setempat menolak dibangunkan TPS. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Pemkab Nganjuk agaknya harus memperbanyak tempat pembuangan sampah (TPS). Pasalnya, jumlah TPS yang minim membuat warga nekat membuang sampah di sembarang tempat.

Seperti yang terlihat di Kelurahan Cangkringan, Kota Nganjuk. Warga nekat membuang sampah di tepi jalan menuju Desa Gandu, Bagor. Sekitar pukul 16.00 kemarin, tumpukan sampah rumah tangga di sana sudah menggunung.

Kasi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk Sumadi yang dikonfirmasi tentang keberadaan tempat pembuangan sampah di Kelurahan Cangkringan mengatakan, DLH sudah memonitor kondisi tersebut. “Itu sudah lama. Ada sekitar dua tahun lalu,” ujar Sumadi.

Pembuang sampah di sana adalah warga setempat. Ada pula pengendara yang melintas dan sengaja membuang sampah rumah tangga di sana. Kapan DLH membangun TPS di salah satu wilayah Kota Nganjuk itu? Sumadi menuturkan, pihaknya sudah berencana membangun TPS tahun lalu.

Ukurannya direncanakan 4x6 meter. Namun rencana tersebut mendapat penolakan dari warga. “Akhirnya kami urungkan untuk membuat TPS,” ujarnya.

Meski sampah dibuang di tempat yang tidak semestinya, menurut Sumadi DLH memunguti sampah di Kelurahan Cangkringan. Pengambilan sampah dilakukan setiap hari. Sampah-sampah tersebut kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk. “Kami ambil setiap hari,” tutur Sumadi.

Selain di Kelurahan Cangkringan, lanjut Sumadi, warga memang kerap membuang sampah di tepi jalan di wilayah lainnya. Karenanya, DLH harus terus menyisir setiap lokasinya. Baik dari Wilangan sampai Kertosono maupun Pace sampai Gondang. “Kami sisir semua lokasi yang berpotensi menjadi tempat pembuangan liar,” tegasnya.

Untuk kasus di Kelurahan Cangkringan, DLH sebenarnya bisa membuatkan TPS. Hanya saja, pihaknya perlu mendapatkan persetujuan dari masyarakat dan kelurahan.

Dengan TPS yang sederhana, menurut Sumadi, DLH bisa menata anggaran untuk pembuatannya. Sehingga tidak perlu menunggu sampai pengganggaran tahun depan.

Dengan pendirian TPS di sana, nantinya mereka bisa melayani sampah dari beberapa desa dan kelurahan. Di antaranya, Desa Gandu, Bagor; Desa Sonopatik, Berbek, dan Kelurahan Jatirejo, Kota Nganjuk. “Termasuk Cangkringan sendiri,” pungkasnya.

Untuk diketahui, TPS idealnya ada di tiap desa dan kelurahan. Dengan total 264 desa dan 20 kelurahan, TPS baru ada di kurang dari 100 lokasi. Karenanya, banyak warga yang nekat membuang sampah di sembarang tempat.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia