Rabu, 11 Dec 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Kehilangan 2 Pemain, Persik Tak Gentar Hadapi Sulut United

Jaga Kebugaran Jelang ke Manado

04 Agustus 2019, 19: 57: 21 WIB | editor : Adi Nugroho

Persik Kediri Madura FC

RICUH: Pelatih Persik Kediri Budiardjo Thalib (tengah) dan Manajer Persik Kediri Beny Kurniawan saat sedang melakukan protes seusai pertandingan melawan Madura FC di Stadion Ahmad Yani, Sumenep, Kamis (1/8) (Badri Setiawan/Radar Madura for radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Meski kehilangan dua pemain inti karena akumulasi kartu merah pada pertandingan lawan Madura FC, Jumat (2/8) lalu, skuad Macan Putih tak gelisah. Pelatih Persik Kediri Budiardjo Thalib pun tak ingin ambil pusing.

Kini dia sudah merencanakan strategi dan persiapan matang untuk mengisi kekosongan tersebut. Budiardjo mengakui, memang kehilangan dua pemain yang sering menjadi starting line up pada sembilan pertandingan sebelumnya.

“Namun kami sudah persiapkan untuk melatih fisik dan kebugaran para pemain,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin.

          Dua pemain itu adalah Ibrahim Sanjaya dan M. Edo Febriansyah. Mereka mendapatkan kartu merah setelah terjadi insiden di menit-menit akhir babak pertama. Karena akumulasi, Sanjaya dan Edo tidak dibawa ke Manado untuk pertandingan tandang melawan Sulut United, Kamis (8/8) mendatang.

          Budiardjo sendiri menilai kartu merah yang dilayangkan wasit tidak pantas. Karena jika dilihat saat berada di lapangan, bukan kedua anak asuhnya lah yang melakukan gerakan kedua dan memprovokasi lawan. Melainkan pemain dari Madura FC.

“Setelah ada insiden antara Sanjaya dengan salah satu pemain, tiba-tiba kiper Madura FC datang dari belakang dan menyerang di kerumunan,” ungkap Budiardjo.

          Kendati demikian, Budiarjo tidak ingin larut dalam masalah itu. Menurutnya, dua kartu merah itu  jelas-jelas tidak menguntungkan Skuad Macan Putih. Namun pertandingan yang berlangsung di Sumenep itu masih berakhir dengan skor 1-1.

          Sekarang Budiarjo hanya fokus untuk menjaga kebugaran para pemainnya yang akan berangkat ke Manado. Mereka akan bertanding terakhir paro musim liga 2 melawan Sulut United.

          Karena jadwal yang padat, Budiardjo mengajak para penggawa Macan Putih menjaga kebugaran dengan berenang di kolam renang Brigif, Mojoroto. Dia juga memberikan waktu istirahat pada anak-anak asuhnya. “Besok (hari ini, Red) saya istirahatkan semuanya, senin latihan lagi, selasanya berangkat,” imbuhnya.

Tak hanya pelatih, dua kartu merah yang dilayangkan pemimpin lapangan pada dua pemain Persik saat lawan Madura FC di Stadion Ahmad Yani, Sumenep juga membuat manajemen geram. Mereka merasa dirugikan.

          Media Officer Persik Kediri Canda Adi Surya, saat dihubungi kemarin, mengatakan, pihak manajemen masih mempelajari bukti-bukti dari video dan foto atas pertandingan melawan Madura FC. Rencananya, bukti-bukti tersebut akan dikirimkan ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. “Bukti sudah ada, oleh manajemen sedang dipelajari, dan memang rencananya dilaporkan,” terang Canda.

          Pasalnya, pihak Persik Kediri juga sudah mengumpulkan bukti-bukti yang dirasa cukup untuk melaporkan kepemimpinan wasit yang dirasa menguntungkan salah satu pihak. Selain kartu merah, beberapa keputusan wasit juga dianggap kurang tepat. Seperti pada insiden keributan saat terjadi di lapangan, dan di pinggir lapangan setelah pertandingan selesai.

          Ditanya soal keramaian yang terjadi pada setelah wasit meniup peluit panjang, Pelatih Persik Kediri Budiardjo Thalib mengaku bahwa dirinya dan pihak official ingin melakukan protes terhadap salah satu pemain Madura FC yang melakukan tendangan kungfu ke arah Taufiq. Namun hanya diganjar kartu kuning oleh wasit. Beruntung tidak ada luka serius yang dialami oleh Taufiq.

          Sementara itu, Kapten Persik Kediri Faris Aditama mengaku, insiden yang terjadi di Stadion Ahmad Yani, Sumenep itu memang ada kejadian yang tidak menguntungkan Persik Kediri. Juga pada insiden setelah pertandingan berakhir, banyak pemain dan official Persik Kediri yang melayangkan protes terhadap pemimpin pertandingan dan pengawas pertandingan karena kartu merah yang dianggap merugikan Persik Kediri.

“Saya dan beberapa pemain dan official sudah melakukan protes dan menanyakan kepada pengawas dan wasit saat berada di pinggir lapangan. Tindakan selanjutnya, mungkin yang bisa menjawab dari manajemen,” terangnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia