Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Korsleting, Mobil Guru Terbakar

04 Agustus 2019, 19: 53: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

kebakaran

TAK TERSISA: Petugas PMK menyemprotkan air ke mobil pikap milik Dani Wahyu Ari Sandi untuk memastikan api sudah benar-benar padam. (Polsek Loceret for radarkediri.id)

Share this          

LOCERET, JP Radar Nganjuk - Nahas menimpa Dani Wahyu Ari Sandi, 22. Mobil pikap milik pria asal Desa Karangsono, Loceret itu terbakar sekitar pukul 07.00, kemarin (2/8). Api yang pertama kali muncul dari bagian bawah mobil itu diduga akibat korsleting alias hubungan pendek arus listrik.

          Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, jum'at pagi Dani baru saja pulang dari Desa Macanan, Loceret. Dia mengendarai mobil bernopol AG 8748 SD.

          Setibanya di rumah, Dani memarkir mobil pikap miliknya di depan rumah. Saat mobil baru saja berhenti, tiba-tiba terdengar suara bluuub! dari bawah mesin.

          Hanya dalam hitungan detik, muncul api dari sana. Angin yang kencang membuat si jago merah melalap bagian depan mobil dalam waktu sekejap. “Korban langsung panik dan berteriak meminta tolong kepada warga,” ujar Kapolsek Loceret AKP Supriyadi.

          Teriakan pria yang berprofesi sebagai guru di SD Karangsono itu membuat warga berhamburan keluar rumah. Mereka membawa peralatan seadanya untuk memadamkan api.

          Selain mengambil air menggunakan ember dan selang, warga juga berusaha menaklukkan si jago merah dengan menyiram pasir. Rupanya, usaha mereka kalah kuat dengan jilatan api yang menghanguskan seluruh bagian mobil Dani.

          Sebagian warga pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Loceret. Selang 15 menit kemudian, satu unit mobil petugas memadamkan kebakaran (PMK) tiba di lokasi. “Satu unit PMK bisa memadamkan api dengan cepat,” lanjut perwira dengan pangkat tiga balok di pundak tersebut.

          Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.30, kemarin. Berdasar olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Polsek Loceret, mereka tidak menemukan adanya tanda-tanda kriminalitas di sana. 

          Dari sana, polisi menduga kebakaran tersebut akibat korsleting. Posisi mobil yang baru saja diparkir diduga membuat aliran listriknya tidak stabil. Sehingga, memunculkan percikan api dan memicu kebakaran.

          Akibat kejadian tersebut, Dani menderita rugi sekitar Rp 35 juta. Pasalnya, mobil yang hangus terbakar itu tidak bisa lagi dioperasionalkan.

          Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Supriyadi mengimbau masyarakat untuk rutin mengecek kondisi mobilnya. “Periksa secara berkala kendaraan yang dimiliki untuk mencegah korsleting,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia