Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Features

Kisah Jantoro, Kalah Gugatan, Berjuang agar Tak Terusir dari Rumahnya

Berharap Eksekusi Ditunda hingga Sisa Usia

03 Agustus 2019, 13: 35: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

jantoro

TAK HABIS PIKIR: Jantoro membaca gugatan di rumahnya, Dusun Kolak, Desa Wonorejo, Kabupaten Kediri. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Kasus langka terjadi di PN Kabupaten Kediri. Seorang ayah usia 80 tahun digugat oleh anaknya sendiri. Kini, sang ayah terancam terusir dari rumah karena sang anak memenangkan sengketa tersebut.

ANDHIKA ATTAR, Kabupaten, JP Radar Kediri

Jantoro terduduk lesu di kursi lawas di halaman rumahnya di Dusun Kolak, Desa Wonorejo, Ngadiluwih, Selasa (30/7) lalu. Sorot matanya menerawang ke atas. Seakan tak percaya kenyataan hidup yang sedang dialaminya kini.

Tak lama duduknya sedikit menegak. Agak condong ke depan. Ia membaca surat gugatan dengan sorot mata kepiluan. Di usianya yang telah berkepala delapan, ia justru harus menelan pil pahit kehidupan. Jantoro mendapatkan gugatan dari anak pertamanya Soedjono Jantoro.

Aset tanah tak kurang dari 6 ribu m2 yang diatasnamakan anaknya tersebut justru berbuah polemik. Karena beberapa alasan, Soedjono justru menggugatnya di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Singkat cerita, sang anak menang. Jantoro pun diminta oleh pengadilan untuk menyerahkan aset tanah beserta bangunan yang berdiri di atasnya.

“Saya diusir dari rumah saya sendiri. Salah saya itu apa?” ungkap pria yang hobi berburu tersebut dengan suara bergetar.

Vonis itu sendiri didapatkan Jantoro pada 6 Maret lalu. Kini, Jantoro pun tengah berusaha agar eksekusi dapat ditunda. Setidaknya hingga dia meninggal dunia. Jalur hukum pun tengah disusahakan pihaknya.

Hari-hari Jantoro diisi dengan tanda tanya besar dan rasa cemas. Ia mengaku tak habis pikir dengan sikap anaknya tersebut. Padahal segala sesuatunya telah ia cukupi selayaknya seorang ayah kepada anak pada umumnya.

Ketiga anaknya pun mendapatkan bagian masing-masing dari jerih payah bisnis yang telah ia dirikan sejak masa mudanya. Jantoro memiliki usaha di bidang pengadaan armada truk. Bahkan dari bagian yang diberikan kepada anak-anaknya, Jantoro mengakui anak sulungnya mendapatkan bagian yang paling besar. Alasannya, karena anak pertama.

Dalam perjalanan waktu, berdasar keterangan Jantoro, muncul kerenggangan hubungan di antara mereka. Kerenggangan itu terjadi sekitar sepuluh tahun lalu. Hanya saja baru mencapai puncaknya pada 2016 silam.

Kondisi fisik Jantoro sejatinya masih terhitung bugar untuk ukuran orang seumurannya. Pendengaran dan penglihatannya pun masih dapat berfungsi dengan cukup baik. Namun, beban pikiran yang dirasakannya tak bisa dipungkiri menguras energinya. Begitu juga dengan Lilik.

Jantoro mengaku sering sakit-sakitan. Obat dari dokter pun terus dikonsumsinya. Bahkan, suatu ketika pria yang hobi memelihara burung perkutut tersebut sempat terserang stroke ringan.

Jantoro sendiri membangun usahanya sejak muda. Bahkan lebih jauh dari itu, ia sewaktu masih remaja bahkan pernah menjadi loper koran. Usaha-usaha yang dilakukannya tersebut memang untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Bahkan, modal yang diberikan oleh orang tua Jantoro dulu dengan penuh tanggung jawab dikelolanya.

Sementara itu, Rakhmad Widodo, kuasa hukum Jantoro ditemui koran ini di PN Kabupaten Kediri, kemarin. Dari keterangannya, Soedjono memang melayangkan surat somasi kepada ayahnya. “Untuk keluar dari rumahnya tersebut,” ujarnya.

Rakhmad juga menegaskan bahwa Jantoro sejatinya hanya ingin tinggal di rumahnya tersebut hingga akhir hayatnya. “Bahkan telah mediasi bahwa sebenarnya pak Jantoro ini tidak akan mengambil aset tersebut. Tetapi jangan diminta untuk keluar. Soalnya ya sudah tidak ada tempat tinggal lain,” imbuh pengacara asal Surabaya tersebut.

Sayangnya, ketika hendak dikonfirmasi kepada pihak Soedjono, kuasa hukumnya menolak untuk memberikan keterangan. “Nanti saja...nanti saja,” ucap salah seorang yang berada dalam satu rombongan dengan kuasa hukum Soedjono, sembari berjalan menuju parkiran PN Kabupaten Kediri.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia