Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Buruh Tani Pun Jadi Juragan Kelengkeng

31 Juli 2019, 17: 31: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

desa jambu kediri

EDUKASI: Kades Jambu Agus Joko (kanan) menjelaskan tentang ‘Gerobak Baca’ yang menjadi salah satu destinasi wisata di desanya. (Bagus Choco - radarkediri.id)

Share this          

 KABUPATEN, JP Radar Kediri - Keberadaan wisata edukasi Desa Jambu, Kecamatan Kayenkidul memang banyak mengubah nasib warga. Salah satunya adalah Eni Tholiatus Syamsiyah. Eni dulunya adalah ibu rumah tangga. Terkadang, dia membantu suami menggarap sawah.

Tetapi, sekitar 1,5 tahun terakhir nasibnya mulai berubah. Setelah Desa Jambu memiliki usaha wisata edukasi. Eni mengembangkan bibit kelengkeng yang dulunya diberi Kepala Desa Jambu Agus Joko Susilo.

Anugerah Desa 2019

Anugerah Desa 2019 (radarkediri.id)

Ribuan bibit kelengkeng ada di halaman rumahnya. Tak hanya untuk dijual, lokasi rumahnya juga menjadi salah satu titik lokasi wisata edukasi. “Sekarang lumayan...ada tambahan uang,” ucap Eni seraya tersenyum. Kini, bukan hanya kelengkeng, tetapi juga pengembangan tanaman lainnya. Kemarin, Eni dibantu dua ibu lainnya sedang menata media tanam avokad jenis alligator yang menjadi pengembangan budidaya lanjutan.

Memang, edukasi okulasi buah avokad alligator menjadi salah satu wisata edukasi andalan yang ditawarkan oleh Desa Jambu. Total ada 21 spot yang ditawarkan. Selain edukasi petik avokad, ada wisata menangkap lele, membuat rengginang, perah susu kambing etawa, pengolahan yogurt, dan banyak penawaran spot lainnya. Salah satunya yang juga ramai dikunjungi adalah Pasar Papringan dan Taman Baca.

“Setiap spot yang dikelola warga, ada bagi hasil dengan BUMDes,” terang Kades Agus. Pendapatan edukasi ini dibagi kas RT dan BUMDes dengan prosentase 50:50. Yang menarik, sebagian besar warga terlibat dalam pengembangan wisata ini. Bahkan, mampu menambah pundi-pundi pendapatan asli desa (PAD) tiap tahunnya. Karena kemajuan pesat dalam pengembangan wisata inilah, Desa Jambu mengikuti Anugerah Desa untuk kategori Inovasi Terbaik Pengelolaan Wisata.

Sementara Desa Nanggungan, juga di Kecamatan Kayenkidul mencoba mengajukan inovasi terbaiknya dalam pengembangan UMKM. Memang, di desa ini, hampir seluruh dusun memiliki UMKM. Bahkan, di Dusun Ngandong, ada sembilan UMKM. Menariknya, keterlibatan desa cukup besar. Tak tanggung-tanggung, bantuan fasilitas diberikan untuk UMKM yang mampu berkembang pesat.

“Kami memberikan bantuan pendingin di tahun ini untuk UMKM minuman sehat beras kencur dan kunir asam,” terang Katmiran, kepala Desa Nanggungan. Kades yang baru menjabat enam bulan ini mengatakan bantuan ini sebagai bentuk pancingan untuk UMKM lainnya agar terus berkembang.  

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia