Sabtu, 29 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Jembatan Mrican Bakal Tersambung Lagi

31 Juli 2019, 17: 28: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

jembatan mrican

ALTERNATIF: Seorang penambang mengoperasikan perahu melintasi Sungai Brantas di jalur dekat reruntuhan Jembatan Mrican, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

  KABUPATEN, JP Radar Kediri - Nasib Jembatan Mrican sepertinya akan segera mengalami kepastian. Kabarnya, jembatan penghubung antara Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo dengan wilayah Mrican di Kota Kediri tersebut segera dibangun lagi.

Salah satu penguat tentang hal itu adalah rencana pelebaran jalan yang dilakukan Pemkab Kediri. Dua akses menuju jembatan bakal mengalami pelebaran jalan. Baik itu di sisi Desa Jongbiru maupun di sisi Desa Jabon, Kecamatan Banyakan. Desa Jabon adalah wilayah yang berbatasan dengan Mrican.

Rencana pelebaran jalan itu disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sukadi. Berdasarkan keterangannya, jalan tersebut akan menjadi 14 meter.

“Sekarang sedang proses untuk melakukan pembebasan lahan. Semoga semuanya berjalanan lancar,” ujar Sukadi kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

“Kami melihat jembatan tersebut meski akses alternatif, tapi sangatlah vital. Oleh karena itu, kami mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat,” imbuhnya.

Menurutnya, pelebaran jalan dilakukan bertujuan mendukung dan menopang lalu lintas di Jembatan Mrican. Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, jembatan itu pun akan dibangun lebih lebar dibandingkan sebelumnya.

Dalam pengerjaan tersebut, bappeda menggandeng berbagai instansi terkait untuk melakukan koordinasi. Bahkan, koordinasi juga dilakukan dengan pihak Pemkot Kediri. Pasalnya, akses sisi utara juga melewati wilayah Kota Kediri.

“Kami berkoordinasi dengan pihak pemkot untuk masalah lalu lintas dan kepadatan yang ada di sana,” ungkap pria yang tinggal di wilayah Gampengrejo tersebut.

Jembatan Mrican sendiri sebelumnya menjadi jalur alternatif bagi masyarakat Kediri. Baik yang berada di wilayah kabupaten maupun kota. Bahkan, dengan keberadaan jembatan tersebut, a seringkali digunakan oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Nganjuk untuk masuk Kediri. Begitu pula sebaliknya. Hanya, setelah jembatan ambruk diterjang banjir, akses itu terputus. Masyarakat yang akan melintas ganti memanfaatkan perahu penyeberangan yang dikelola masyarakat.

Seperti proyek-proyek pembangunan yang lainnya, rencana pembangunan akses dan jembatan tersebut melewati proses lelang tersebut. “Lelangnya terpisah. Akses jalan sendiri. Jembatannya juga sendiri,” papar Sukadi. Meskipun begitu, pengerjaan fisik untuk dua item pembangunan tersebut diyakini akan berlangsung dalam jangka waktu yang bersamaan.

Sementara itu, selama jembatan ini ambruk, warga yang hendak mengakses wilayah tersebut menggunakan perahu. Mulai dari pelajar, pekerja, pedagang, maupun masyarakat umum lainnya.

Dengan bakal dibangunnya jembatan itu, hampir dapat dipastikan pengusaha perahu di sana akan mati perlahan. Namun hal tersebut diakui oleh Sukarji, salah satu pekerja perahu sebagai hal yang wajar. Bahkan ia tidak mempermasalahkan jika ladang pekerjaannya nanti akan hilang.

“Yang penting berusaha keras. Lagipula saat jembatan masih berfungsi, dagangan istri saya juga banyak laku. Sekarang jembatan tutup, ganti saya yang dapat rejeki dari perahu. Sama saja sebenarnya,” tandas Sukarji.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia