Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
PENIPUAN

Sempat Di-Shooting namun Tidak Tayang

26 Juli 2019, 15: 58: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

tipu artis

DIGERUDUK: Dua tersangka penipuan casting artis (dua dan tiga dari kiri) saat akan diamankan dari kediaman mereka di Sonorejo, Grogol, Selasa malam (23/7). (Humas Polres Kota Kediri for radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Penyidik Unit Pidum Polres Kediri Kota terus mendalami kasus penipuan bermodus casting artis mengatasnamakan perusahaan televisi nasional. Hingga kemarin, dua tersangkanya, R, 51, warga Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dan RS, 51, warga Kelurahan Marga Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi dalam pemeriksaan intensif.

“Petugas kami menyita barang bukti berupa kertas bukti transfer dan kuitansi,” kata Kasubbag Humas Polresta AKP Kamsudi, kemarin.

Menurutnya, tersangka menipu puluhan orang di Kabupaten maupun Kota Kediri. Mereka mengiming-imingi korban dengan diajak bermain sinetron yang ditayangkan di TV nasional.

“Dari keterangan para pelapor, sudah beberapa kali dilakukan casting hingga shooting. Namun, hingga Selasa lalu (23/7) belum ditayangkan,” ujarnya.

Padahal, para korban telanjur membayar. Mereka merugi hingga ratusan juta rupiah. “Nominal sementara yang melapor mencapai ratusan juta. Itu dari puluhan orang,” ungkap Kamsudi.

Terpisah, Dian Putri Utami, 25, salah satu korban, mengaku, mendapat informasi casting dari salah satu manajemen artis diKediri. “Saat itu saya sedang menjadi juri di salah satu lomba model. Lalu ada pengumuman informasi seperti itu,” terangnya melalui telepon.

Dian kemudian menghubungi yang bersangkutan. Setelah itu, ia bertemu R dan RS. Dalam pertemuan bulan Ramadan tersebut, Dian dimintai uang Rp 150 ribu untuk biaya pendaftaran. Selanjutnya, dirinya dipanggil untuk casting. Di lokasi ternyata banyak remaja lain. Bahkan, tersangka membuatkan grup WhatsApp untuk berkomunikasi.

Sebelum pengambilan gambar, para korban diminta uang untuk membayar biaya operasional shooting. Pembayarannya beberapa kali. Dian mengaku, telah mengeluarkan uang hingga Rp 5 juta. Namun untuk korban lain, dia tak tahu.

Pengambilan gambar dilakukan oleh kedua tersangka. Di sana pun ada kamera dan kru film. Sehingga menepis keraguan para pelapor. “Ternyata setelah tahu, kru film disewa entah dari mana. Memang untuk ambil gambar, tapi bukan dari stasiun TV seperti dibilang oleh sutradaranya,” papar Dian.

Lama tak ada kabar, para korban pun geram. Apalagi RS dan R tidak bisa mengembalikan uang mereka. Akhirnya, para korban melaporkannya ke polisi.

Seperti diberitakan sebelumnya, R dan RS sempat digeruduk di kediaman mereka di Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Selasa malam (23/7). Semula keduanya didatangi beberapa warga dan korban yang merasa ditipu. Selanjutnya, petugas polresta berkoordinasi dengan Polsek Grogol untuk mengamankannya. Hingga kemarin sore, R dan RS masih mendekam di ruang tahanan dan barang bukti (Tahti) Polres Kediri Kota.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia