Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Agustus, Harga Cabai Bisa Turun

23 Juli 2019, 16: 40: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

cabai murah

MURAH: Stan pasar murah milik Pemkot Kediri yang berlangsung di depan TMP kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

 KOTA, Jawa Pos Radar Kediri – Operasi pasar murah (OPM) masih akan berlanjut setidaknya hingga satu pekan ke depan. Sebab, harga beberapa kebutuhan pokok masih belum stabil. Sehingga masih perluupaya untuk menekan pengeluaran masyarakat.

Keputusan itu disambut gembira warga. “Kemarin kaktanya seminggu saja. Tapi hari ini (kemarin, Red) ada lagi. Ya kami merasa terbantu,” kata Dian Ratnafuri, warga Kelurahan Banjaran, saat membeli bahan pokok di lokasi OPM di TMP Jayabaya.

Terutama untuk komoditas cabai. Yang sejauh ini harganya terus melambung. Meski hanya dibatasi pembelian 1-2 ons saja dalam sehari, namun itu dianggap sangat membantu. "Saya minggu lalu sudah beli dua kali. Terutama cabai, gula pasir, dan telur. Di sini harganya sangat terjangkau," imbuh perempuan 33 tahun ini.

Memang, jika beli di pasaran, harga cabai rawit per kilo bisa mencapai Rp 70 hingga 80 ribu. Namun ketika OPM cabai rawit hanya dijual Rp 5 ribu saja per ons. Sementara untuk harga telur dijual Rp 17.500. Gula pasir Rp 9.500. Jauh lebih murah dibanding di pasaran yang mencapai Rp 12 ribu.

Sementara itu, Pemkot Kediri bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar OPM di sejumlah titik. Seperti di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan PK Bangsa, Taman Sekartaji, dan depan Lapangan Gajah Mada, Pesantren. Rencana awal, OPM hanya dua kali. Namun karena harga belum stabil dan warga masih tetap antusias maka jadwalnya ditambah lagi. 

"Kami akan lanjutkan lagi sampai harganya (kebutuhan pokok, Red) stabil," jelas Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindagin) Yetty Sisworini.

Terpisah, Kepala Paguyuban Cabai Indonesia Kabupaten Kediri Suyono mengatakan, saat ini produksi cabai rawit merah menurun drastis. Sehingga pada Juli ini memang terjadi fluktuasi harga. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah. "Prediksi kami akan terjadi sampai akhir Juli 2019. Karena awal Agustus mulai ada penambahan data panen di beberapa daerah sentra," kata Suyono.

Sentra cabai rawit di Jawa Timur ada beberapa daerah. Yaitu Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Lumajang. " Belum lagi di Jateng dan DIY, serta Sulawesi. Dengan adanya penambahan data panen tersebut harga akan cenderung turun dan stabil," paparnya.

Suyono mengungkapkan, menurunnya produksi cabai selain karena kemarau juga banyaknya tanaman yang terserang penyakit. Sehingga banyak petani yang gagal panen.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia