Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Pembunuhan Budi: Jalan Panjang Rumuskan Dakwaan untuk Pelaku Mutilasi

Jaksa Bahas Gunakan Subsidaritas

23 Juli 2019, 16: 25: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan budi

TERBELENGGU : Aris dan Aziz (kiri) dengan tangan terborgol saat pelimpahan di Kejari Kabupaten Kediri, Kamis (11/7) lalu. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

 KABUPATEN, Jawa Pos Radar Kediri - Jalan panjang harus dilalui kasus pembunuhan dengan korban Budi Hartanto. Sebelum akhirnya nanti dilimpahkan ke pengadilan. Rencananya, hari ini pihak Kejari Kabupaten Kediri masih akan menggelar rapat internal. Yang tujuannya untuk merumuskan bentuk dakwaan.

“Rapat mengenai bentuk dakwaan yang akan diapakai sbelum dilimpahkan,” terang Kasi Intelejen Ika Ayuningtyas W. melalui pesan WhatsApp.

Menurutnya, kasus ini tergolong memiliki kepelikan tersendiri. Terutama dalam menentukan pasal dalam bentuk subsidaritas atau alternatif. Bila menggunakan subsidaritas  berarti menerapkan dakwaan primair dan subsider.

“Primair diambil dari hukuman yang tertinggi. Dan subsider hukuman yang terendah,” terangnya.

Nah, bila ada hukuman yang paling rendah maka akan ditambah dengan lebih subsider. Misalnya jika primair pasal 114 Ayat 1 UU narkotika, subsider pasal 112 ayat 1 UU narkotika. Dalam  hal ini jaksa harus mampu menjelaskan mana yang lebih terbukti dengan pasal yang digunakan.

pembunuhan budi

Pembunuhan Budi Hartanto (radarkediri.id)

Berbeda bila menggunakan pasal alternatif. Dalam pembuktian di tuntutan tidak seribet seperti dalam subsidaritas.

Lalu, kapan berkas kasus ini akan dilimpahkan ke PN? Ika belum bisa memastikan. Dia mengaku masih akan memantapkan lagi sebelum diserahkan. “Agar lebih mantap dalam penuntutan nanti. Jika ada info lagi nanti akan saya beritahu,” dalih Ika.

Kasus pembunuhan Budi Hartanto menyeret dua nama tersangka. Yaitu Aris Sugianto, 30, warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, dan Aziz Prakoso, 23, warga Desa/Kecamatan Ringinrejo. Selain membunuh, kedua pelaku juga memutilasi tubuh korbannya yang merupakan tenaga honorer di salah satu SD negeri di Kota Kediri.

Kejadian tersebut berlangsung pada Februari 2019.  Lokasi pembunuhan berada di kontrakan Aris, di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo. Setelah dimutilasi, bagian kepala dan badan budi dibuang di lokasi yang berbeda.

Oleh penyidik, kedua pelaku dijerat tiga pasal. Mulai Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Salah seorang penasihat hukum tersangka, Taufiq Dwi Kusuma, mengatakan tidak setuju dengan ketiga pasal tersebut. Dia justru menyebut pasal yang seharusnya dikenakan untuk kliennya adalah pasal 49 tentang pembelaan darurat.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia