Minggu, 18 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Mengaku Nekat Beraksi Sendiri

Jual Emas, Uangnya untuk Foya-foya

23 Juli 2019, 12: 33: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

pembobol rumah

TAK KAPOK: Suhari (baju oranye) berjalan tertatih saat digelandang menuju lokasi rilis di depan gedung Mapolres Nganjuk. Pembobol dua rumah di Desa Sekarputih itu mengaku beraksi sendiri. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK - Suhari, 49, sungguh nekat. Pria asal Desa Kedungmlati, Kesamben, Jombang itu mengaku membobol dua rumah di Desa Sekarputih, Bagor, seorang diri. Hal tersebut diungkapkannya dalam rilis yang digelar Polres Nganjuk, kemarin siang.

          Di depan Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta dan Kasatreskrim Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan, pria yang memakai balaclava itu menceritakan detail pencurian yang dilakukannya. “Saya tidak mempelajari kondisi rumah. Saat datang, saya langsung masuk,” aku residivis kasus pencurian ini.

Dalam beraksi, Suhari membawa dua alat. Yaitu, obeng dan alat congkelan yang sudah dimodifikasi. Dengan alat itu pula dia mencongkel pintu rumah Mulyadi, 43, PNS di Desa Sekarputih. Meski sang pemilik rumah ada di dalam, dia tetap berani masuk.

Dari rumah Mulyadi, pria yang betis kanannya didor ini berhasil menggasak dua ponsel merek Oppo A83 dan Samsung Galaxy V3. Selain itu, dia juga mengambil uang Rp 10 juta, satu ekor burung murai dan perhiasan emas seberat empat gram.

Tak puas hanya membobol satu rumah, Suhari nekat membobol rumah

Sertu Edy Purnomo, 43, anggota Koramil Rejoso. Jaraknya kurang dari 100 meter dari rumah Mulyadi. “Saya congkel jendelanya,” aku pria bertubuh tinggi besar itu.

          Di rumah Edy, Suhari mendapatkan dua ponsel merk Vivo dan Oppo. Selain itu dia juga membawa kabur uang Rp 1 juta dan jam tangan merk Swiss Army.

          Di depan AKBP Dewa, Suhari berdalih baru sekali beraksi. Meski demikian, perwira dengan pangkat dua melati itu tidak begitu saja percaya. “Dari caranya beraksi sudah menunjukan jika dia adalah spesialis curat,” tegas Dewa.

          Untuk mengembangkan tempat kejadian perkara (TKP) lain yang pernah disasar Suhari, saat ini satreskrim tengah berkoordinasi dengan Polres Jombang dan Polres Mojokerto. Diduga dia juga kerap beraksi di sana. “Ini hasil pencuriannya sudah digunakan untuk foya-foya,” terang perwira yang sebelumnya berdinas di Bareskrim Mabes Polri itu.

          Dari uang belasan juta yang didapatkan, Suhari hanya menyisakan Rp 700 ribu saja. Barang-barang curian sudah ludes terjual di Jombang dan Mojokerto. “Masih kami kembangkan lagi,” tandas pria asal Bali itu didampingi Kasat Reskrim Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan.

          Akibat perbuatannya, Suhari diancam dengan pasal 363 KUHP jo pasal 65. Yakni, melakukan pencurian dengan pemberatan pada malam hari. “Kami masih melakukan penyidikan untuk mengetahui kemungkinan adanya pelaku lainnya,” imbuh Nikolas.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia