Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Selamatkan Uang Negara Ratusan Juta

Kejaksaan Dampingi 66 Proyek Pemkab

23 Juli 2019, 12: 13: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

kajari bakti adhyaksa

APRESIASI: Kajari Ardiansyah (kanan) menyematkan lencana kepada Kasi Pengelolaan BB dan Barang Rampasan Issandi Hakim, dalam peringatan hari Bakti Adhyaksa, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK - Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk di semester pertama 2019 ini patut diapresiasi. Pasalnya, selama enam bulan pertama tahun ini, korps Adhyaksa berhasil menyelamatkan uang negara lebih dari Rp 0,5 miliar.

          Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nganjuk Ardiansyah di sela-sela peringatan hari Bakti Adhyaksa ke-59, kemarin. Menurut orang nomor satu di Kejari Nganjuk itu, total uang yang berhasil diselamatkan selama enam bulan terakhir mencapai Rp 778,49 juta. “Itu (uang yang diselamatkan, Red) berasal dari perkara pidana khusus dan perkara perdata,” ujarnya.

          Pria asal Makassar itu melanjutkan, untuk perkara pidana khusus, sedikitnya ada tujuh kasus korupsi yang ditangani. Dua perkara sudah dinyatakan inkrah. Adapun tiga kasus sudah dituntut dan satu lainnya dalam proses sidang. “Ada satu berkas lagi baru masuk,” terangnya.

          Untuk kasus korupsi, uang yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 443,15 juta. Jumlah itu berasal dari uang yang diselamatkan Rp 260,5 juta. Sedangkan Rp 182,65 juta merupakan pengembalian uang dari terdakwa.

          Selain dari kasus korupsi, kejaksaan juga berhasil menyelamatkan uang negara dari perkara perdata. Nilanya mencapai Rp 335,34 juta. Sehingga, total uang negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 778,49 juta.

          Dikatakan Ardian, dalam perkara perdata dan tata usaha negara (datun), setidaknya ada 20 perkara yang ditangani. Misalnya, enam perkara bantuan hukum untuk sejumlah instansi di Kabupaten Nganjuk.

          Perkara tersebut melibatkan DPRD Nganjuk, gugatan aset Polres Nganjuk, Kodim 0810 Nganjuk hingga gugatan kepada bupati Nganjuk. Selain bantuan hukum, kejaksaan juga memberi pertimbangan hukum untuk empat perkara.

Ada pula pendampingan hukum untuk 10 UPTD di Kabupaten Nganjuk. Di luar belasan kasus itu, datun juga mendapat surat kuasa khusus untuk total 94 perkara.

Ardian menjelaskan, selain tugas melakukan penuntutan, Kejari Nganjuk tetap melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Norma saat ini, dari penindakan ke pencegahan,” terang jaksa berkacamata ini.

Menurutnya, penindakan adalah jalan terakhir bila terjadi kerugian negara yang tidak bisa dikembalikan. Karenanya, kejaksaan mengajak inspektorat dan kepolisian untuk melakukan pendampingan lewat tim pengawal, pengamanan pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D).

Saat ini, menurut Ardian instansinya tengah mendampingi enam organisasi perangkat daerah (OPD). “Ada 66 kegiatan (proyek, Red) yang kami dampingi,” tuturnya sembari menyebut pendampingan dilakukan untuk menyelamatkan aset negara.

          Untuk diketahui, peringatan hari Bakti Adhyaksa ke-59 kemarin diisi sejumlah kegiatan. Di antaranya, pemberian Satya Lencana Karya Bakti untuk jaksa dengan masa pengabdian 10 tahun. Di luar itu, ada sejumlah rangkaian kegiatan bertema sosial hingga kekeluargaan yang dilaksanakan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia