Minggu, 15 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Pengeroyokan di Kras: Hajar Teman karena Tak Mau Kongkow

22 Juli 2019, 18: 51: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

Pengeroyokan di Kras: Hajar Teman karena Tak Mau Kongkow

Share this          

 KEDIRI KABUPATEN – Seberapa pentingnya menepati janji? Bagi Ferdiyanto, 20, dan Reski Bayu, 25, hal itu sangat penting. Sampai-sampai keduanya rela menukar kebebasan dengan berada di balik jeruji besi hanya sekadar menagih janji. Sebab, cara menagih janji mereka tergolong tidak biasa. Karena menghajar sohib mereka sendiri, M. Ryan Yoga, 17.

Ya, Ferdiyanto, warga Udanawu, Kabupaten Blitar, dan Reski yang beralamat di Desa Mojosari, Kecamatan Kras, harus mendekam di terali besi. Setelah keduanya mengeroyok Ryan. Penyebabnya sepele. Ryan tak menepati janji akan keluar bareng. Kebetulan, ketiganya juga saling kenal.

“Tersangka dan korban saling kenal. Hanya saja berbeda usia,” terang Kasi Humas Polsek Kras Aipda Didik Wahyudi.

Kejadian bermula pada Rabu (10/7). Sekitar pukul 17.30 WIB Ryan tengah berkendara menuju rumah. Usai bermain sepak bola di Desa Mojosari, Kecamatan Kras. Pemuda asal Desa Jabang ini berboncengan dengan seorang temannya.

“Di tengah perjalanan korban dihentikan pelaku,” lanjut Didik.

Tanpa babibu lagi kedua orang itu mengeroyok Ryan. Dia menjadi sansak hidup bagi Ferdiyanto dan Reski yang terus melayangkan pukulan. Aksi kalap kedua pemuda itu baru berhenti setelah Rudi, teman korban, berteriak minta tolong.

Tapi apa lacur, luka lebam sudah menghias di wajah Ryan. Terutama di bagian mata. Kondisi yang membuat orang tua korban tak terima. Dan langsung melapor ke polisi.

Setelah mendapat laporan itu, polisi pun bergerak. Mereka terlebih dulu menangkap Ferdiyanto. Penangkapan terjadi Rabu (17/7) saat lelaki yang tak punya pekerjaan tetap ini tengah berada di rumah.

Polisi butuh tujuh hari agar bisa menangkap pelaku. Sebab, setelah kejadian itu Ferdiyanto tak pernah kembali ke rumah. Baru pada hari ketujuh itu dia pulang dan langsung diciduk petugas.

Setelah itu, berselang dua hari, giliran Reski yang ditangkap. Juga ketika dia berada di rumah. Mungkin kedua pelaku merasa aman karena kejadian telah berlangsung seminggu. Sehingga keduanya pun pulang ke rumah masing-masing.

“Dari pengakuan keduanya, alsan melakukan pemukulan karena meresa diremehkan oleh korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Kras Aiptu M. Khojin.

Ceritanya, sebelum pemukulan terjadi, Ryan dan kedua pelaku sepakat akan pergi bersama, kongkow-kongkow. Ternyata Ryan tak menepati janji. Tak datang di lokasi yang dijanjikan. Nah, sikap Ryan itulah yang dianggap meremehkan bagi kedua pelaku. Hingga mereka melakukan pengeroyokan. Kini, keduanya pun harus bersiap mendapat hukuman karena dianggap melanggar pasal 80 ayat 2 UU no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia