Sabtu, 29 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Events

Info Haji Kediri: Banyak Yang Keluhkan Penyakit Bawaan

22 Juli 2019, 15: 43: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

jamaha haji kediri

IBADAH: Para CJH dari Kabupaten Kediri berangkat menuju Masjid Nabawi, Madinah, untuk melaksanakan salat Duhur. (AZIZ OESMAN for radarkediri.id)

Share this          

   KEDIRI KABUPATEN - Calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Kediri yang masuk kelompok terbang (kloter) 38 dan 38 telah mendarat di Madinah, Arab Saudi, Sabtu (20/7) dini hari waktu setempat. Pendaratan dua kloter itu hampir bersamaan. Hanya berselang 15 menit saja.

“Kloter 38 mendarat pukul 02.00 WAS, lalu disusul kloter satunya pada pukul 02.15 WAS,” terang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) kloter 36 Kabupaten Kediri Aziz Oesman kepada Jawa Pos Radar Kediri melalui pesan singkat WhatsApp, kemarin siang.

Aziz menerangkan bahwa proses pendaratan berlangsung lancer. Tidak ada masalah yang berarti. Begitu pula dengan keadaan CJH, baik dari kloter 37 dan 38. Secara umum kondisi jamaah sehat. Hanya ada beberapa keluhan sakit ringan dari beberapa CJH.

“Pada umumnya sehat-sehat semua. Walaupun ada beberapa jamaah yang mengeluh sakit bawaan dari rumah saat dokter mengadakan visitasi,” tambah Aziz. Dia menambahkan bahwa sakit ringan tersebut seperti pusing-pusing lantaran darah tinggi. Itu pun sudah dapat ditangani tim medis. Sehingga tidak menimbulkan keluhan lanjutan terhadap CJH yang bersangkutan.

Setelah berada di Madinah, para CJH pun mulai melaksanakan kegiatan peribadahan. Seperti halnya yang diutarakan Aziz, CJH sejak pukul 09.30 WAS sudah mulai perjalanan menuju masjid. Yakni untuk mengikuti salat Duhur berjamaah.

Pihak TPIHI memang mengimbau kepada CJH agar tidak mepet untuk berangkat ke Masjid Nabawi. Meskipun salat Duhur berjamaah dimulai sekitar pukul 12.28 WAS, ia meminta CJH berangkat sekitar tiga jam sebelumnya.

“Kalau tidak berangkat sejak tiga jam sebelumnya, masjid pasti sudah penuh. Tinggal halaman sekitar masjid saja yang bisa ditempati untuk salat berjamaah,” papar Aziz.

Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Zidni Aula Abidin, salah satu CJH kloter 38. Ia menerangkan bahwa CJH dalam kondisi yang relatif baik dan sehat. Namun faktor perbedaan cuaca memang cukup terasa di sana. “Panas di sini, padahal masih dini hari,” ungkapnya saat dihubungi koran ini.

Lebih lanjut, terkait kegiatan dan peribadahan sendiri, Zidni mengatakan bahwa CJH melakukan salat Arbain untuk pertama kalinya, kemarin. “Nanti jam 10.40 persiapan salat Arbain perdana,” imbuh CJH termuda dari Kabupaten Kediri tersebut.

Salat Arbain adalah salat lima waktu dikerjakan secara berturut-turut dengan berjamaah di Masjid Nabawi selama 40 waktu. Jamaah haji mengejar keutamaan salat wajib 40 waktu tanpa putus tersebut.

Banyak orang meyakini, bahwa keutamaan salat Arbain antara lain memohon pengampunan dan berharap pahala yang berlipat ganda. Namun, sejatinya tidak hanya itu saja. Pesan moral jamaah menjalani salat Arbain adalah untuk kembali membiasakan salat istiqomah tepat waktu.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia