Minggu, 18 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Diinjak untuk Hilangkan Barang Bukti

Satresnarkoba Tangkap Pengedar Sabu-Sabu

22 Juli 2019, 13: 51: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

SS

RESIDIVIS : Petugas Satresnarkoba Polres Nganjuk menangkap Apriyanto Fajar Rismahendra yang kedapatan membawa sabu-sabu, Jumat lalu (19/7) (Satresnarkoba for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK- Peredaran sabu-sabu (SS) di Kota Angin masih marak. Buktinya, Jumat malam lalu (19/7), Satresnarkoba Polres Nganjuk meringkus seorang pengedar, Apriyanto Fajar Rismahendra, 37, warga Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk. Dari tangan resividis ini, petugas menyita SS seberat 0,29 gram.

Menurut Kasubag Humas Polres Nganjuk AKP Sudarman, Fajar sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sekarang kasusnya ditangani Satresnarkoba.

 “Pelaku merupakan residivis dalam perkara yang sama,” ucap mantan kapolsek Loceret ini.         

Terungkapnya kasus ini berkat adanya laporan dari warga yang menyebutkan Fajar kembali menekuni bisnis jual beli narkoba jenis SS. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Satresnarkoba Polres Nganjuk. Setelah melakukan penyelidikan dua hari, petugas berhasil menangkapnya pada Jumat, sekitar pukul 19.30. Tepatnya, di tepi jalan di depan SMKN 2 Nganjuk di Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk.

Pada saat digerebek, Fajar sempat mengelak dirinya kembali terlibat dalam peredaran SS. Dia berusaha menghilangkan barang bukti (BB) dengan cara menginjaknya. Kasat Resnarkoba Iptu Pujo Santoso mengatakan, tersangka memilih untuk menginjak SS miliknya saat digerebek petugas. 

“Tersangka ini cukup lihai,” ucap Pujo.

Untuk mengelabui petugas, pelaku membungkus rapi SS seberat 0,29 gram menggunakan tisu yang dimasukan ke dalam bungkus rokok. Agar tidak tercecer, SS tersebut diikat menggunakan isolasi lalu dimasukan ke dalam korek api dan dibungkus dengan rokok. 

Bila waktu itu petugas tidak jeli, pelaku bisa saja lolos. “Saat ini, kami masih melakukan pengembangan untuk pelaku di atasnya,” ungkap perwira pemilik dua balok di pundak ini.

Mantan Kanitreskrim Polsek Warujayeng ini berupaya untuk mengungkapkan pemasok SS yang saat ini diedarkan di Kota Angin.

Atas kejadian itu, Fajar diancam dengan pasal 112 ayat 1 huruf a subsider pasal 127 ayat 1 huruf a Undang Undang RI 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pujo berharap para pelaku bisa jera dan tidak main-main lagi di Nganjuk. Hingga kemarin, dia menyebut anggotanya masih berada di lapangan untuk mengembangkan pelaku lain.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia