Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Satu CJH Tidak Lolos Kesehatan

Yang Urung Berangkat Bertambah Jadi 4 Orang

22 Juli 2019, 13: 45: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

Haji

HARUS DIBANTU : Salah satu calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Nganjuk kelompok terbang (kloter) 40 menggunakan kursi roda saat keberangkatan dari pendapa. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK – Jumlah calon jamaah haji (CJH) Nganjuk yang tertunda keberangkatannya kembali bertambah. Ini setelah, ada satu CJH asal Kecamatan Ngronggot, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 41, tidak lolos kesehatan terakhir di asrama.

Adalah Nur Salim, 65, CJH asal Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot, yang tidak lolos kesehatan. Menurut Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk Mohamad Afif Fauzi, Salim menderita penyakit tuberkulosis (TBC).

Diagnosa penyakit tersebut diketahui setelah Salim menjalani pemeriksaan kesehatan terakhir di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Jumat lalu (19/7). “Belum lolos kesehatan,” kata Fauzi kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Dengan hasil tersebut, Fauzi mengungkapkan, Salim disarankan untuk menunda keberangkatan ke tanah suci dari kloter 41. Saat ini, dia masih dirawat di Klinik Asrama Haji. “Masih menjalani perawatan,” ungkap mantan kepala KUA Kecamatan Loceret ini.

Sampai kemarin sore, Afif melanjutkan, pihak keluarga belum bisa memutuskan keberangkatan Salim. Pasalnya, dia berangkat bersama sang istri. “Apakah dua-duanya menunda atau hanya istrinya yang berangkat,” ujar pria asal Kelurahan Cangkringan, Kecamatan Nganjuk.

Yang pasti, menurut Afif, rekomendasi dari kesehatan dari kantor kesehatan pelabuhan (KKP) harus dijalankan. Sehingga, penyakitnya tidak semakin parah saat menjalani rangkaian ibadah rukun islam kelima itu.

Dengan bertambahnya satu orang, maka jumlah CJH yang menunda keberangkatan menjadi empat orang. Sebelumnya, ada Sutri, CJH asal Sawahan di kloter 40 dan Syamsiatin, asal Tanjunganom, dan Ahmad Lutfi, anaknya, dari kloter 41, juga gagal berangkat.

Afif mengungkapkan, kloter 40 sudah terbang ke Madinah pada Jumat malam lalu (19/7). Mereka keluar dari asrama sekitar pukul 22.00. Sedangkan kloter 41 dijadwalkan terbang ke Jeddah tadi malam, sekitar pukul 21.00. “Sekarang masih persiapan terakhir di asrama,” ungkapnya.

Dia memastikan, koper CJH Kabupaten Nganjuk tidak bermasalah. Setelah dilakukan pengecekan terakhir, semua koper dan tas tenteng (selempang) layak dibawa terbang. “Tidak ada barang yang disita. Semua lolos,” kata Afif.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia