Minggu, 15 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Arca di Situs Adan-Adan: Pahatan Indah, Bergaya Mataram Kuno

Mirip dengan di Candi Mendut

21 Juli 2019, 21: 46: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

arca budha

INDAH: Ketua Tim Puslit Arkenas Sukawati Susetyo menunjukkan potongan kepala dari arca Budha di situs Candi Adan-Adan, Gurah, Sabtu (13/7) kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

   KEDIRI KABUPATEN - Satu lagi benda purbakala yang diyakini bernilai sejarah tinggi ditemukan di situs Candi Adan-Adan, Gurah. Berupa potongan kepala Budha. Selain memiliki pahatan yang indah, arca tersebut disebut bergaya Mataram Kuno. Kini, arca yang ditemukan Sabtu (13/7) itu disimpan di Museum Pemkab Kediri.

Sampai kemarin pihak Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) belum bisa mengidentifikasi nama dan jenis arca yang potongan kepalanya ditemukan itu. “Biasanya, arca dewa itu bisa kelihatan dari apa yang dibawa di tangannya. Lha ini karena ketemu hanya kepalanya saja, jadi belum bisa diidentifikasi,” papar Ketua Tim Puslit Arkenas Sukawati Susetyo kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Apabila dilihat dari mahkotanya, Wati memperkirakan bahwa arca tersebut merupakan penggambaran dari dewa di candi tersebut. Mahkota yang ada pada kepala arca bernama Kirita Makuta. Bentuknya menjulang ke atas, dengan ornamen pahatan yang sangat cantik dan detail.

Sebagai langkah lanjutan, Wati mengatakan pihak Puslit Arkenas akan membuat replika dari arca kepala tersebut. “Harus kami buat replikanya, karena ini sangat jarang. Jadi harus dibuat replika atau tiruannya,” akunya.

Berdasarkan keterangan Wati, patung tersebut dinilai memiliki kesamaan seperti yang ada pada Candi Mendut dan Plaosan. Pahatannya sangat indah. Bergaya Mataram Kuno. Hanya, dia masih belum bisa memastikan kaitan antara arca di situs Candi Adan-Adan dengan Candi Mendut.

Selain arca kepala tersebut, pihak puslit juga menemukan arca lain dengan sikap tangan Dhyani Buddha. Arca ini pun tidak ditemukan dalam keadaan yang utuh. Melainkan hanya setengah saja. Yaitu bagian perut ke bawah. Arca yang ditemukan itu dalam posisi sedang duduk bersila.

Menurutnya, arca Dhyani Buddha Amittaba tersebut biasanya berada pada sisi barat dari candi. Hal itu sendiri dapat diketahui karena sikap tangan dari arca. Sikap tangan arca memang berbeda-beda. Bergantung pada sisi arah mata angin. Telah ada karakteristik dan bentuk tangannya sendiri-sendiri.

“Arca yang ada di barat dengan timur itu berbeda posisi tangannya. Begitu juga dengan arah mata angin lainnya. Ada namanya masing-masing dan itu menunjukkan tokoh apa,” terang Wati.

Penemuan arca Buddha di situs Candi Adan-adan sendiri dinilai menjadi hal yang sangat istimewa. Selain karena keindahan ukirannya, penemuan arca Buddha sangat jarang ada di Jawa Timur. Terutama yang ada di sekitar wilayah tersebut.

Kebanyakan candi yang ditemukan di Jatim memiliki latar belakang Hindu. Seperti yang ada pada Candi Tondowongso. “Jarang ditemukan yang berlatarbelakang Buddha di sini. Makanya menjadi sangat istimewa penemuan ini,” ungkap Wati.

Sementara itu, arca kepala Buddha tersebut kini telah diamankan di museum milik Pemkab Kediri. Hal ini sendiri, diamini oleh Kabid Sejarah dan Kepurbakalaan Disparbud Yuli Marwantoko.

“Iya, kami simpan di museum Pemkab Kediri yang ada di belakang gedung dewan,” tandas Yuli saat dihubungi koran ini melalui pesan singkat WhatsApp.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia