Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Kolom

Pernikahan Sedarah

21 Juli 2019, 21: 35: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

habibah

Oleh : Habibah Muktiara (radarkediri.id)

Share this          

  Beberapa waktu terakhir warga dihebohkan dengan berita pernikahan yang digelar di Kabupaten Bulukambang, Sulawesi Selatan. Bukan karena masalah mahalnya biaya pernikahan. Ataupun konsep pernikahan tersebut. Melainkan dikarenakan kedua mempelai pengantin tersebut adalah kakak adik. Atau bisa dibilang saudara kandung.

Dari kabar yang diberitakan, kakak adik tersebut melakukan pernikahan ketika sedang berada di perantauan. Yaitu di Kalimatan. Status pengantin laki-laki  yang sudah menikah, dan memiliki satu anak, tetap nekat melakukan pernikahan. Meski kedua orang tuanya mengaku telah berusaha menghentikan hal tersebut.

Fenomena tersebut tidak hanya mendapatkan kecaman masyarakat. Bahkan keluarga juga sangat murka dengan kejadian tersebut. Semenjak kejadian tersebut, keduanya tidak hanya dikucilkan oleh masyarakat. Keluarga juga melakukan hal yang sama.

Lalu apakah hanya hukum masyarakat saja yang berlaku bagi keduanya. Tentu saja tidak. Bahkan pernikahan sedarah atau inses sudah tertuang di dalam Alquran.  Larangan menikah sedarah sudah tertuang dalam Alquran Surat An-Nisa' ayat 23. Yang terjemahannya adalah, "Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, saudara-saudara perempuanmu dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusuimu, saudara-saudara perempuan yang sepersusuan...".

Perbuatan ini selain dilarang oleh agama, pada kenyataanya juga berbahaya untuk kesehatan. Berdasarkan dari sebuah penelitian, secara genetika nantinya berdampak pada kecacatan anak yang akan dilahirkannya.

Memiliki hubungan sedarah, hingga ke jenjang pernikahan, bukan hanya jadi hal yang tabu dan melanggar kesehatan. Di negara ini, hubungan perkawinan yang dilakukan oleh dua orang yang berhubungan darah dinyatakan diatur UU Perkawinan. Di dalam Pasal 8 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, tidak hanya tercantum larangan pernikahan sedarah. Namun juga larangan pernikahan saudara sepersusuan.

Bahkan beberapa hewan maupun tanaman tertentu, menghidari perkawinan sedarah atau dengan idividu yang punya kemiripan secara genetik. (*)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia