Minggu, 15 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Events

Rektor IAI-PD dan Plt Kadisdik Suntik Motivasi pada Siswa

Anak Penjual Pisang Sukses Raih Cita-Cita

20 Juli 2019, 16: 17: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

kelas inspirasi

ANTUSIAS: Plt Kepala Disdik Sujud Winarko memberikan pemaparan yang memotivasi para peserta didik baru di SMPN 1 Banyakan. (Dwiyan - radarkediri.id)

Share this          

    KEDIRI KABUPATEN – Tebaran motivasi para tokoh yang disuntikkan dalam Kelas Inspirasi Eksekutif Mengajar benar-benar menyemangati para siswa. Seperti yang terjadi di MTsN 4 Kediri yang berada di Desa Kalirong, Tarokan dan SMPN 1 Banyakan.

Paparan pengalaman Rektor Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro (IAI-PD) Nganjuk Riduwan dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Sujud Winarko di dua lembaga pendidikan tersebut menyedot antusiasme pelajar di sana.

“Untuk mewujudkan mimpi, kuncinya adalah tidak pernah menyerah dan tidak mudah patah semangat,” ujar Riduwan di hadapan ratusan siswa madrasah di aula MTsN 4 Kediri.

kelas inspirasi

SEMANGAT: Rektor IAI-PD Nganjuk Riduwan dalam Kelas Inspiratif di aula MTsN 4 Kediri. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id\)

Sebelum menjadi rektor di perguruan tinggi ternama di Nganjuk, Riduwan menempuh pendidikannya dengan penuh perjuangan. Dia berdisiplin dan rajin belajar. Apalagi, orang tuanya yang tinggal di desa bukan dari kalangan berada. Bahkan tergolong kurang mampu.

“Tetapi saya ingin buktikan, bahwa anak seorang penjual kembang dan gedhang (pisang) bisa meraih mimpinya untuk melanjutkan sekolah,” terang rektor yang juga alumnus MTsN 4 Kediri ini penuh semangat.

Tidak pernah sekalipun Riduwan menyerah pada nasib dan kekurangannya. Sebaliknya, ia justru terus berusaha untuk mengejar cita-citanya. Bahkan, ketika tak punya biaya untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus pendidikan guru agama (PGA), Riduwan tak putus asa.

“Saya pergi merantau. Bekerja di Malaysia untuk mengumpulkan uang melanjutkan pendidikan. Dua tahun kemudian saya pulang,” paparnya.

Setelah itu, sekitar 1985 Riduwan mendaftar seleksi penerimaan guru dan lulus. Dia pun diangkat menjadi guru. Lalu mengajar di Kecamatan Prambon. Selanjutnya, mengajar di SD di Kecamatan Rejoso hingga diangkat menjadi kepala sekolah.

Sambil bertugas menjadi pengajar, Riduwan melanjutkan kuliah. Sampai akhirnya ia berhasil menyelesaikan studi S-2 di Unisma Malang. Lalu melanjutkan ke program S-3 dan berhasil meraih gelar doktor di Malang.

Cita-cita Riduwan memang ingin menjadi guru. Maka ketika berkesempatan melanjutkan pendidikan, ia menempuhnya dengan penuh semangat. Menurutnya, menuntut ilmu adalah kewajiban setiap umat manusia.

Kini Riduwan tak hanya menjadi guru siswa, namun juga mahasiswa. Bahkan, ia berhasil menjabat rektor IAI-PD Nganjuk. “Gantungkan cita-citamu setinggi langit, dan ketika ada kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri jangan pernah menolak. Jangan menyerah dengan keadaan,” tuturnya.

Kegiatan Kelas Inspiratif di MTsN 4 Kediri berlangsung interaktif. Pasalnya, Riduwan juga membuka dialog dengan semua peserta. Banyak pertanyaan yang dilontarkan para siswa. Terutama terkait tips dan prinsip kesuksesan rektor IAI-PD Nganjuk itu. “Untuk adik-adik (MTsN 4 Kediri) jangan pernah merasa bahwa sekolah di tsanawiyah itu terpinggirkan. Karena dari tsanawiyah pinggiran ini banyak mencetak orang-orang yang sukses dan bermanfaat bagi sesama,” paparnya.

Kepala MTsN 4 Kediri Abdullah Rosyad mengapresiasi acara Kelas Inspirasi Jawa Pos Radar Kediri ini. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memotivasi para siswa madrasah untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Hal itu sejalan dengan program madrasah hebat bermartabat.

“Kesuksesan bisa diraih dengan tekun belajar, disiplin menuntut ilmu, dan punya kemauan untuk mengubah diri menjadi lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, kehadiran Plt Kepala Disdik Kabupaten Kediri Sujud Winarko benar-benar dimanfaatkan ratusan peserta didik baru SMPN 1 Banyakan. Mereka banyak menimba pengalaman dari tokoh ini.

Pria yang akrab disapa Sujud tersebut memiliki prinsip bahwa penanaman cinta tanah air sangat mendorong kesuksesan seseorang di samping rutinitas giat belajar. “Saya harap selain giat belajar, peserta didik baru bisa lebih mencintai tanah air sejak dini,” ungkapnya di aula SMPN 1 Banyakan, kemarin.

Menurutnya, penanaman cinta terhadap tanah air sangat diperlukan dalam membangun karakter bangsa sejak dini. Ratusan siswa tampak khidmat mendengarkan cerita inspiratif. Pola komunikasi interaktif sengaja dilakukan Sujud untuk melatih keberanian para siswa dalam mengemukakan pendapat.

“Ini penting, berani mengemukakan pendapat memang sangat diperlakukan bagi siswa untuk berdiskusi,” terangnya.

Selain itu, ia juga membagikan asam manis kehidupannya dulu ketika masih meniti karir sebagai praktisi pendidikan. Salah satunya menanamkan nilai Pancasila yang sudah termaktub dalam falsafah negara. Oleh karena itulah, Sujud pribadi berharap kepada generasi muda untuk mengimbangi dengan kecintaannya kepada tanah air di sela aktivitas belajarnya.

“Ini penting sebagai langkah preventif menangkal radikalisme yang menggerogoti NKRI,” ujarnya.

Wakil Kepala (Waka) Akademik SMPN 1 Banyakan Irnawati Khasanah menyambut baik Kelas Inspirasi yang dilaksanakan di lembaganya. Ia mengapresiasi tinggi yang disampaikan Plt Kepala Disdik Kabupaten Kediri. “Tentunya ini bisa menjadi pelecut bagi para siswa untuk menginspirasi para tokoh yang sukses, sekali lagi terima kasih kepada Jawa Pos Radar Kediri,” ujarnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia