Minggu, 25 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Tiga CJH Urung Berangkat

Satu Orang dari Kloter 41 Dilarikan ke RS

20 Juli 2019, 09: 47: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Haji

LEPAS KERABAT: Ratusan warga melambaikan tangan di pintu masuk pendapa Pemkab Nganjuk saat tujuh bus yang mengantar CJH kloter 41, berangkat ke asrama haji Sukolilo, kemarin sore. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK – Tiga calon jamaah (CJH) Kabupaten Nganjuk gagal berangkat ke Tanah Suci sesuai jadwal. Pasalnya, dalam pemeriksaan kesehatan mereka dinyatakan tidak layak.

Tiga jamaah yang gagal berangkat itu berasal dari kelompok terbang (kloter) 40 dan 41. Adalah Sutri, CJH asal Sawahan yang dipastikan tidak bisa bertolak ke Madinah, tadi malam karena sakit. Perempuan yang berangkat ke asrama haji Sukolilo dengan ambulans itu dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan.

Adapun Kandar Naryo Budi Utomo, 71, sang suami yang sama-sama berangkat ke asrama haji menggunakan ambulans, dinyatakan layak berangkat. “Bu Sutri tidak lolos (tes kesehatan). Hanya suaminya yang berangkat,” ujar Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Nganjuk Mohammad Afif Fauzi.

Kandar, lanjut Afif, bertolak ke Madinah bersama ratusan CJH kloter 40, sekitar pukul 23.00 tadi malam. “Bu Sutri menunggu pemulihan. Kalau dinyatakan pulih, keberangkatan bisa menyusul di kloter lain,” ungkap mantan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Loceret ini.

Untuk dua CJH lain dari kloter 41 yang juga tertunda Syamsiatin, 68, warga Kelurahan/Kecamatan Tanjunganom dan putranya, Ahmad Lutfi, 49, yang menjadi pendamping. “Ibu Syamsiatin sakit,” terang Afif.

Saat persiapan pemberangkatan kemarin sore, Syamsiatin dilarikan ke RSUD Nganjuk. Menurut Kasi Survailans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk Kundariana, Syamsiatin menderita melena atau pendaharan lambung. Satu hari sebelum berangkat, yang bersangkutan sudah dirawat di RS Ahmad Dahlan Kediri. “Jadi hari ini (kemarin, Red) memaksakan diri berangkat,” tegas Kundariana.

Saat berkumpul di pendapa, kondisi Syamsiatin drop. Bahkan, dia sempat buang air. “Ada keluhan nyeri di perut dan ulu hati,” urai perempuan yang juga ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Nganjuk ini.

Karena kondisi tersebut, Kundariana memutuskan untuk menunda keberangkatannya. Sebab, hemoglobin (Hb)-nya harus dinormalkan kembali. “Soal keberangkatan menunggu diagnosa dokter. Kalau kondisinya baik, bisa menyusul,” imbuhnya.

Dengan tertundanya tiga orang, berarti jumlah CJH Nganjuk yang dijadwalkan terbang ke Tanah Suci sebanyak 742 orang. Sebanyak 298 CJH kloter 41 yang dilepas oleh Bupati Novi Rahman Hidhayat kemarin sore itu akan bertolak ke Jeddah pukul 22.00 nanti malam.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia