Minggu, 18 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Events

Tokoh-Tokoh Kediri Tebar Motivasi di Kelas Inspirasi

19 Juli 2019, 19: 08: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

kelas inspirasi

SUNTIK SEMANGAT : Para tokoh Kediri membangkitkan semangat dalam Kelas Inspirasi kemarin. Kapolresta Anthon di SMPN 5 Kota Kediri, Kapolres Roni Saiful di SMPN 2 Kandangan, Wabup Masykuri di SMAN 1 Plemahan, dan Jaksa Sunarti di MTsN 1 Kota Kediri. (Tim radarkediri.id)

Share this          

  KEDIRI KOTA – Berani. Itu kata kunci yang diberikan oleh tokoh-tokoh sukses Kediri saat memberikan motivasi hidup dalam ‘Kelas Inspirasi Eksekutif Mengajar’ kemarin (17/7). Empat tokoh yang hadir di empat sekolah menyuntikkan semangat mencapai cita-cita kepada para siswa sekolah-sekolah tersebut. Syaratnya, harus berani dan bernyali dalam mengejar mimpi.

Kemarin, program yang digagas Jawa Pos Radar Kediri tersebut giliran menampilkan empat tokoh Kediri. Masing-masing, Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton, Wakil Bupati Kediri Masykuri, dan Jaksa Fungsional Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Kediri Sunarti.

“Ketika seseorang memiliki keberanian dan nyali untuk melangkah, mimpi atau cita-cita dapat digapai dengan mudah,” nasehat Anthon di hadapan siswa-siswa baru SMP Negeri 5 Kota Kediri.

Namun Anthon juga mengingatkan pasti ada hambatan dalam meraih cita-cita. Tapi, asalkan berusaha semua hambatan bisa teratasi.

Yang penting juga, Anthon mewanti-wanti agar generasi muda tak gampang termakan hoax. Mereka harus menyaring dulu berita-berita yang masuk. Jangan gampang men-share. Dan kuncinya untuk menangkal hoax adalah memperbanyak membaca.

Di SMPN 2 Kandangan, Kabupaten Kediri, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal berbagi pengalaman hidup. Sekaligus membagi kiat sukses. Menurutnya, tak peduli berasal dari keluarga apa saja, kesuksesan bisa didapat asal mau berusaha.

“Meski kalian bersekolah di desa jangan mau kalah sama orang kota,” tegas Roni menyuntikkan semangat.

Roni bercerita, masa kecilnya dilalui dengan bersekolah di desa. Dan untuk bisa sesukses seperti  sekarang ini, dia harus melewati banyak rintangan. Termasuk ketika berusaha masuk ke kepolisian. “Waktu itu saya sempat ditolak (masuk kepolisian) beberapa kali, hingga akhirnya diterima,” kenang Roni.

Agar bisa diterima di kepolisian, Roni harus berlatih keras. Sepulang sekolah dia melepas sepatu kemudian memilih berlari menuju rumah. Tas dari karung goni menjadi tempat buku-buku pelajarannya saat itu.

Sementara, Wabup Masykuri sempat tercengang kala mendapat pertanyaan dari salah seorang siswa baru SMA Negeri 1 Plemahan. Siswa baru itu bertanya kritis soal bandara, zonasi, dan infrastruktur daerah. Karena itu Masykuri mengatakan angkat jempol pada generasi muda yang terus update pada isu-isu terbaru.

“Pertanyaannya out of the box. Terlihat bahwa mereka mengikuti dan perhatian dengan segala hal yang terjadi di daerahnya. Ini merupakan sinyal positif buat masa depan mereka,” kata Masykuri.

Selain menanggapi pertanyaan, Masykuri juga berbagi cerita dan pengalaman hidup. Mulai dari masa kecilnya hingga dapat berada di posisi yang sekarang ini. Menurut sang wabup, masa kecilnya tidak seindah seperti saat ini. Penuh peluh dan perjuangan untuk mencapainya. Ada satu motto yang selalu dipegangnya dalam meraih sukses. “Setiap melakukan sesuatu hal, lakukan dengan serius. Sama-sama lelahnya, ya harus maksimal sekalian,” tegas Masykuri.

Kelas inspirasi yang terakhir berlangsung di MTs Negeri 1 Kota Kediri. Di sini kelas inspirasi terasa istimewa. Karena yang memberi materi tak hanya satu, tapi dua orang sekaligus. Selain Sunarti, juga hadir jaksa Bernadeta Susan.

Kedua jaksa ini menegaskan bahwa dalam menjemput kesuksesan harus dilandasi membaca buku. Menurutnya, budaya membaca seyogyanya dilakukan siswa sejak dini. “Saya harap, peserta didik baru ini bisa lebih aktif lagi membaca buku,” ungkapnya saat tampil di Aula MTsN 1 Kota Kediri.

Tak lupa, kedua jaksa ini membagikan asam manis kehidupan yang telah mereka lalui. Terutama saat meniti karir di korps Adhyaksa. Mereka berharap generasi muda untuk mengimbangi dengan keimanan di sela aktivitas belajarnya. Harus mampu mengimbangi antara belajar giat dan tekun yang dilandasi keimanan.  “Tanpa diimbangi keimanan, kepandaian seseorang tak bisa sempurna,” ujarnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia