Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Diciduk lalu Dikembalikan Lagi

Empat PSK Terjaring Razia di Eks Lokalisasi

19 Juli 2019, 16: 11: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

PSK

(Grafis : Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Satpol PP Kabupaten Nganjuk merazia dua eks lokalisasi, Rabu malam lalu (17/7). Bersama petugas gabungan, aparat penegak peraturan daerah (perda) itu berhasil menciduk empat pekerja seks komersial (PSK). Namun, setelah diberi pembinaan mereka dikembalikan lagi ke tempat eks lokalisasi.

Razia di eks lokalisasi dimulai sekitar pukul 20.00. Sekitar 50 petugas gabungan menyasar eks lokalisasi Kandangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom. Selain satpol PP, ada petugas dari polres, kodim, dinas kesehatan (dinkes) dan dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungana anak (dinsos PPPA) Nganjuk.

Di eks lokalisasi tersebut, petugas menyisir setiap wisma yang buka. Hasilnya, petugas mengamankan empat PSK. Saat itu, mereka berada di dalam rumah. “Kami periksa identitasnya. Mereka mengakui memang mangkal di Kandangan,” kata Kabid Penegak Perundang-undangan Satpol PP Nganjuk Suprayogi.

PSK

SISIR WISMA: Petugas satpol PP mengecek identitas PSK yang terjaring dalam razia Rabu (17/7) malam. (Satpol PP for radarkediri.id)

Dari Kandangan, petugas lantas bergeser ke eks lokalisasi Guyangan, Kecamatan Bagor. Namun, petugas tidak mendapati apa-apa. Setelah itu, sekitar pukul 23.00, tim gabungan mengakhiri razia.“Semua tempat tutup,” lanjut Yogi.

Empat PSK yang diciduk dari Kandangan kemudian dibawa ke kantor Satpol PP di Jl Kartini, Nganjuk. Yogi mengatakan, dua orang berasal dari Kabupaten Malang. Sedangkan dua PSK lain berdomisili di Ngronggot dan Loceret.

Sebenarnya, selain empat orang tersebut, menurut Yogi, petugasnya juga memeriksa satu orang di lokasi razia. Waktu itu, yang bersangkutan meminta izin mengambil kartu tanda penduduk (KTP). “Setelah itu tidak kembali lagi. Kami hanya mengamankan SIM (surat izin mengemudi). Kami belum bisa pastikan PSK atau bukan,” terang Yogi.

Di kantor satpol PP, empat PSK mendapatkan pembinaan dari petugas. Mereka juga mengikuti pemeriksaan kesehatan untuk memastikan positif atau tidaknya terkena virus HIV.

Setelah pembinaan dan pemeriksaan kesehatan, Yogi menjelaskan, satpol PP mengembalikan empat PSK tersebut ke eks lokalisasi Kandangan. Sebelum mereka pulang, satpol PP sudah meminta agar mereka tidak kembali lagi ke tempat tersebut. “Kami tidak pulangkan. Mereka ambil barang-barangnya dulu” tandasnya.

Kepada petugas, menurut Yogi mereka mengaku bekerja di sana sekitar 1,5 tahun lalu. Meski berjanji tidak mengulangi lagi, satpol PP tetap akan melakukan razia lagi. “Sebelumnya mereka belum pernah terciduk. Tapi kalau terciduk lagi, kami langsung pulangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Nganjuk Syaifulloh mengaku belum mendapat laporan hasil pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas Bagor. Sehingga, belum diketahui hasilnya positif HIV atau tidak. “Kami belum menerima laporan,” tegas Syaifulloh.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia