Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

CJH Pasutri Berangkat dengan Ambulans

Kloter 40 Bertolak ke Asrama Haji Tadi Malam

19 Juli 2019, 10: 24: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

Haji

TERPISAH: Relawan menggendong Sutri ke ambulans, tadi malam. Dia berangkat ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya dengan ambulans bersama Kandar Naryo Budi Utomo, suaminya, karena sakit. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Ratusan calon jamaah haji (CJH) kelompok terbang (kloter) 40 diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya, tadi malam. Dua orang CJH yang merupakan pasangan suami istri (pasutri), harus berangkat menggunakan mobil ambulans karena sakit.

Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, anggota keluarga dan kerabat CJH mulai memadati alun-alun dan pendapa sekitar pukul 16.30. Mereka hanya boleh mengantarkan CJH sampai depan gerbang. Baik di sisi utara maupun selatan.

Karenanya, sebelum melepas CJH, anggota keluarga saling berpelukan. Keberangkatan diwarnai isak tangis karena harus berpisah selama lebih dari 30 hari.

Sesaat sebelum keberangkatan, sekitar pukul 18.00, semua CJH masuk ke bus sesuai rombongan masing-masing. Namun, dua CJH pasutri asal Desa/Kecamatan Sawahan harus berangkat menggunakan ambulans. Mereka adalah Kandar Naryo Budi Utomo, 71, dan Sutri, 65.

Kasi Survailans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk S. Kundariana mengatakan, dua CJH yang berangkat dengan ambulans karena sakit. Kandar didiagnosa memiliki riwayat hipertensi, sedangkan sang istri mengalami patah tulang dan hipoglikemia (kekurangan kadar gula darah). “Kami memutuskan  untuk memberangkatkan dengan ambulans,” ujar Kundariana.

Pemberangkatan terpisah dari rombongan yang menggunakan bus itu bukan tanpa pertimbangan. Menurut Kundariana, hal itu untuk mengantisipasi kondisi fisik dua CJH tersebut drop selama perjalanan. Sehingga, yang paling aman adalah menggunakan ambulans. “Di ambulans, kami pasang alat bantu pernapasan,” lanjutnya.

Untuk kepastian keberangkatan Kandar dan Sutri, lanjut Kundariana, merupakan kewenangan petugas kantor kesehatan pelabuhan (KKP). Pasalnya, begitu tiba di asrama haji, mereka langsung menjalani pemeriksaan kesehatan yang terakhir. “Berangkat atau tidak, hasilnya dari tes kesehatan di asrama,” terang perempuan yang juga ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Nganjuk ini.

Ditemui koran ini, Kandar mengaku optimistis bisa menjalani ibadah haji dengan lancar. Pun, sang istri, harus memakai kursi roda selama berada di tanah suci. “Insyallah saya kuat. Istri pakai kursi roda karena ada tulangnya yang patah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk Mohamad Afif Fauzi mengatakan, semua CJH kloter 40 bisa berangkat. Meski, ada dua orang yang diberangkatkan terpisah. “Kami harapkan kondisinya tetap sehat,” tutur Afif.

Dia menjelaskan, kloter 40 dijadwalkan bertolak dari Juanda ke Arab Saudi pada Jumat (19/7), sekitar pukul 23.00. Setelah tiba di Madinah, jamaah akan melakukan ibadah salat Arbain. Yakni salat 40 kali berturut-turut di Masjid Nabawi.

Untuk diketahui, pemberangkatan ratusan CJH tadi malam dipimpin oleh Bupati Novi Rahman Hidhayat sekitar pukul 19.00. Novi berharap, jamaah haji Kabupaten Nganjuk bisa berangkat dan pulang dalam kondisi sehat. “Berangkat sehat, pulang juga sehat,” ujar Novi bersama Dandim Nganjuk 0810 Letkol Kav Joko Wibowo dan Ketua Pengadilan Negeri Nganjuk Sugiyo Muljoto.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia