Minggu, 15 Dec 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Persik Akui Ketangguhan Tim Mutiara Bakau

15 Juli 2019, 18: 46: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

persik kalah

DUEL SENGIT: Gelandang Persik Alfian Agung Prasetyo dihadang pemain belakang Persewar Fiktor Pae dalam pertandingan Liga 2 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

   KEDIRI KOTA – Persaingan memperebutkan puncak klasemen sementara antara Persik Kediri kontra  Persewar berakhir, kemarin. Hasilnya, skuad Macan Putih harus mengakui ketangguhan tim Mutiara Bakau di Stadion Brawijaya. Penuh drama panas, Persik ditaklukkan tamunya dengan skor 0-2.

Pertandingan berlangsung sengit. Kedua tim saling serang sejak babak pertama. Hanya saja lini depan Persik sepertinya kurang amunisi. Sejumlah peluang yang didapat striker Bijahil Calwa tak mampu mengakhiri sontekannya dengan baik.

Justru beberapa kali lini pertahanan Persik kewalahan mengahadapi gempuran pemain Persewar. Mereka tampak bermain gemilang dalam pertandingan kemarin sore (14/7). Akibatnya di babak kedua, mereka mampu mengoyak pertahanan Persik hingga membuahkan hasil dua gol yang diciptakan di menit 81 dan 90 oleh Samuel Gideon.

Meski demikian, bukan berarti pertandingan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut tak menuai protes. Dengan kejanggalan di salah satu momen, Pelatih Persik Budiardjo Thalib menyebut, salah satu kejadian membuat mental pemainnya down. Itu saat wasit tak memberi keputusan terkait dugaan handsball satu pemain Persewar.

“Ketika ada shooting dari Bagas, yang kita sama-sama lihat, dari dekat bunyi tepukan ketika bola terbentur dengan tangan (pemain Persewar, red) tidak ditiup (peluit wasit, Red),” ungkapnya.

Padahal, menurut Budiarjo, posisi wasit cukup dekat. Kejadian itulah yang membuat pemain drop dan mengakibatkan mental mereka jatuh. “Kami berniat protes dan mudah-mudahan wasit bisa diganjar. Upaya ini bukan karena kami kalah, tapi ini terkait keputusan wasit yang tidak meniup peluit ketika terjadinya handsball,” tegasnya.

Di sisi lain, Budiardjo mengakui bahwa lawan memang sangat kuat. Persewar merupakan lawan yang cukup berat bagi timnya saat ini. Persiapan Persewar lebih matang. “Dan kita tahu, mereka main bagus untuk hari ini (kemarin) dan hasilnya kita sama-sama tahu mereka bisa memenangkan pertandingan,” katanya.

Terkait performa pemainnya, Budiardjo menilai, anak asuhnya sudah berusaha maksimal. Bahkan mereka sudah bekerja dengan bermain luar biasa. “Kita tahu juga ada beberapa pemain Persik, terutama starting yang tak bisa bermain maksimal,” jelasnya.

Alasannya adalah mereka masih cedera. Termasuk Septian Satria Bagaskara yang usai pertandingan terakhir harus istirahat sejenak untuk memulihkan cedera ringan yang dideritanya. “Jadi saya tidak berani menurunkan (Bagas) di awal pertandingan,” urai Budiarjo.

Beratnya pertandingan melawan Persewar pun dirasakan stopper Persik Alekvan Djin. Dia mengakui, pemain Persewar pintar membangun serangan. Termasuk kecepatannya menyerang. “Mereka menunggu di pertahanan saat kita menyerang. Selanjutnya melakukan counter attack dengan cepat melalui sayap-sayapnya,” paparnya.

Alek pun merasa kewalahan menghadapi pemain Persewar ketika menyerang. “Mereka memang sulit untuk dihalangi, untung-untung sekali dua kali bisa tapi tetap kewalahan,” akunya.

Sementara Pelatih Utama Persewar Elie Aiboy menyampaikan secara tegas bahwa dari awal timnya menargetkan menang saat bertamu di kandang Persik. Menurutnya, kunci utama dalam pertandingan kemarin adalah tak boleh ada emosi dan harus bermain tenang.

Ia mengakui, tim Macan Putih punya permainan cepat. Sehingga timnya pun melawan dengan permainan cepat pula. “Akhirnya mereka kehabisan stamina dan saat pergantian pemain, kita berjaga fokus di lapangan tengah,” jelasnya.

Elie menegaskan bahwa Persik salah satu tim yang sulit ditembus pertahanannya. “Makanya anak–anak berusaha membuka celah dan mengandalkan serangan balik,” tambahnya.

Atas dua gol yang didapat di kandang Persik, kini Persewar berada di puncak klasemen dengan poin 11. Sementara Macan Putih harus turun di peringkat tiga di bawah Martapura FC.

Terpisah, Pelatih Kiper Persik Wahyudi menjelaskan, dua gol yang tercipta bukan kesalahan kiper Persik Junaedi. “Memang dalam situasi possesion bola dari Persewar gol pertama dan kedua termasuk susah dibendung,” terangnya.

Apalagi, lanjut Wahyudi, dua gol yang tercipta akibat serangan dari arah yang sama dan posisi bola tidak memudahkan kiper. Saat gol kedua dicetak Samuel Manllo, Junaedi sudah salah langkah. Umpan lambung dari arah pertahanan kiri Persik.

Meski mendapat pengawalan ketat, sundulan Samuel tetap dapat merobek jala gawang Persik. Bola tersebut ke arah yang berlawanan dari posisi Junaedi. Sejak awal, Wahyudi menganggap, tiga kiper Persik adalah pilihan utama. Kualitas sama-sama bagus. Sehingga siapa saja yang ditunjuk pasti siap. “Namun salah satu kiper kita, Amar, mengalami sedikit masalah di punggung,” imbuhnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia