Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Mahfud MD dan Rudi Gunawan Jadi Narasumber Seminar Nasional FH Uniska

Kerajaan Lebih Rawan, Demokrasi Paling Tepat

15 Juli 2019, 18: 31: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

seminar uniska mahfud md

GAYENG: Dekan Fakultas Hukum Uniska Emi Puasa Handayani ngobrol dengan Mahfud MD setelah seminar nasional. Mahfud MD, Rudi Gunawan dan Rektor Uniska Ali Maschan Moesa menjadi narasumber dalam seminar nasional, kemarin (14/7). (Mashadi - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI - Prof Dr M. Mahfud MD SH SU menjadi narasumber utama di seminar nasional yang digelar Fakultas Hukum Universitas Islam Kadiri (Uniska) kemarin. Di seminar nasional yang mengusung tema 'Quo Vadis Demokrasi Indonesia Pasca Pemilu 2019’ itu, Mahfud menjelaskan bahwa negara Indonesia adalah negara demokrasi. Sejak Presiden Soekarno, Indonesia adalah negara demokrasi. “Negara demokrasi ini sudah diputuskan sejak Indonesia berdiri,” tandasnya.

Menurut Mahfud, jika dalam penerapan di pemilihan umum (pemilu) 2019 lalu ada yang kurang tepat, seperti beratnya beban kerja dari panitia pemungutan suara (PPS) di lapangan sehingga jam kerjanya harus lembur maka itu yang harus dibenahi. Mereka maksimal bekerja 8 jam. Sehingga, tidak mengganggu secara kesehatan. “Jangan sampai Indonesia menjadi kerajaan. Karena akan sangat berisiko tinggi dan rawan terjadi kesewenang-wenangan,” ujarnya.

Sementara itu, Rudi Gunawan, staf ahli presiden bidang informasi dan komunikasi politik mengatakan, saat ini, demokrasi digital culture terjadi di masyarakat. Sehingga, kampanye di pemilu juga diperngaruhi digiltal culture. Hal itu bisa dilihat dari saat masa kampanye hingga sebelum putusan Mahkamah Konstitusi (MK). “Di mana saja dan kapan saja, masyarakat selalu online,” ujarnya.

Sedangkan, Rektor Uniska Prof Ali Maschan Moesa mengatakan, jika masyarakat harus cerdas dalam memilih pemimpin di era demokrasi. Sehingga, pemimpin yang dipilih bisa mengemban amanah dan memperjuangkan aspirasi rakyat dengan baik. “Pilihlah pemimpin yang seperti diajarkan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila (YBCMP) KH Anwar Iskandar yang akrab disapa Gus War mengaku bangga dengan hadirnya Mahfud MD dan Rudi Gunawan di seminar nasional yang digelar Fakultas Hukum Uniska. “Ini akan menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa Uniska,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Dekan Fakultas Hukum Uniska Dr Emi Puasa Handayani SH MH. Menurut Emi, seminar nasional ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen Uniska. Karena bisa menambah pengetahuan tentang demokrasi di Indonesia. “Seminar nasional ini salah satu langkah Fakultas Hukum Uniska untuk mencetak lulusan atau sarjana hukum yang berkompeten di bidangnya,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia