Minggu, 18 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Akan Ditutup Total untuk Semua Kendaraan

Agar Tak Mengganggu Peningkatan Jalan

15 Juli 2019, 14: 51: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

Jalan

GANGGU PROYEK: Pemprov memasang rambu dilarang melintas untuk kendaraan roda empat di ujung jalan Guyangan-Candi. Awal Agustus nanti, kendaraan roda dua juga dilarang melewati ruas tersebut. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK – Proyek peningkatan jalan jalur Guyangan-Candirejo bakal menggangu lalu-lintas di jalur provinsi tersebut. Pasalnya, setelah menutup jalur untuk kendaraan roda empat, rekanan proyek juga akan melarang kendaraan roda dua. Terutama, saat pekerjaan penebalan beton atau proses peningkatan jalan.

          Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Peningkatan Jalan Guyangan-Candirejo Pemprov Jawa Timur (Jatim) Jarwoto mengatakan, progres proyek lanjutan senilai Rp 8,32 miliar itu baru sekitar sembilan persen. Saat ini, PT Mitra Utama Raya dari Banyuwangi, selaku rekanan, masih mengerjakan beton lean concrete (LC) atau beton dasar. “Masih tahap awal,” ujar Jarwoto kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Jarwoto mengungkapkan, pekerjaan membuat beton dasar atau lantai kerja ituditargetkan tuntas sampai 15 hari ke depan. Setelah itu, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penebalan jalan sekitar 30 sentimeter dengan beton mutu K 400.

          Saat pekerjaan tersebut berlangsung awal Agustus nanti, lanjut Jarwoto, jalur Desa Balongrejo, Berbek hingga Desa Candirejo, Loceret akan ditutup total. Termasuk untuk sepeda motor. Sebelumnya, penutupan jalan hanya untuk kendaraan roda empat. “Sepeda motor nanti dilarang melintas,” tegas pria asal Saradan, Madiun ini.

          Penutupan total bukannya tanpa pertimbangan. Jarwoto menerangkan, penebalan beton 30 sentimeter itu harus menggunakan sensor. Sementara, sensor bakal terganggu saat ada kendaraan bermesin yang melintas. “Semoga masyarakat bisa memaklumi demi kelancaran proyek,” terangnya.

          Berapa lama pekerjaan penebalan beton di jalan utama rampung? Dengan menggunakan mesin, Jarwoto menjelaskan, sehari bisa menyelesaikan 60 titik. Bahkan, jika mau dipacu, bisa sampai 120 titik per hari. “Jadi kira-kira satu bulan selesai (penebelan beton),” tuturnya.

          Setelah menyelesaikan jalan utama selebar tujuh meter, Jarwoto menjelaskan, pekerjaan berikutnya adalah pemasangan beton di bahu jalan dengan mutu K 250. Masing-masing di sisi kanan dan kiri lebarnya sekitar 1,5 meter. “Jadi total nanti lebar jalan sekitar 10 meter,” urai Jarwoto.

          Untuk diketahui, selama penutupan jalan, kendaraan dari arah  Kediri atau Madiun, bisa mengambil jalur alternatif melalui Berbek. Alternatif lain adalah kendaraan melintas di Desa Sukorejo lalu tembus ke Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret dan Jl Mastrip, Nganjuk, kemudian masuk ke ringroad. Adapun dari arah Madiun, selain lewat Berbek, kendaraan juga lewat ringroad dari Terminal Anjuk Ladang kemudian masuk ke Jl Mastrip. Di luar itu, jalan Desa Kwagean, Kecamatan Loceret juga bisa menjadi alternatif.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia