Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Lima Hektare Hutan Terbakar

Lahan di Ngetos Ikut Dilalap Api

15 Juli 2019, 14: 46: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Kebakaran

JINAKKAN API: Tim BPBD dan perhutani melakukan pemadaman di hutan Desa Sudimoroharjo, Wilangan dengan memukul api menggunakan dahan. Mereka juga membuat ilaran agar si jago merah tak merembet ke lokasi lain. (BPBD Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Si jago merah kembali mengamuk di hutan. Jika sebelumnya badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) hanya mendeteksi spot api kecil di hutan Gondang, kemarin giliran hutan di Desa Sudimoroharjo, Wilangan, dan Desa Ngadiboyo, Rejoso yang dilalap api. Total lahan seluas 5,5 hektare pun hangus.  

          Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk Hendro Djoko Soedarsono melalui Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik Agus Sulistiyono mengatakan, kebakaran hutan tejadi sejak Sabtu (13/7) hingga tadi malam. “Malam ini (tadi malam, Red) hutan di Ngetos juga terbakar. Tim sedang ke lokasi untuk melakukan asesmen,” ujar Agus.

Kebakaran

(BPBD for radarkediri.id)

          Sesuai hasil pemetaan BPBD Nganjuk, lanjut Agus, luas hutan di Desa Sudimoroharjo, Wilangan mencapai tiga hektare. Sedangkan hutan di Desa Ngadiboyo, Rejoso seluas 2,5 hektare.

Khusus untuk kebakaran di Desa Sudimoroharjo, menurut Agus banyak tanaman jati yang terbakar. Sebab, area yang terbakar hutan produksi dengan luas baku sebesar 4,5 hektare. “Untuk Sudimoroharjo terbakar sejak Sabtu siang,” lanjutnya tentang peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 itu.

Terkait penyebabnya, Agus menduga kebakaran terjadi akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Menindaklanjuti hal tersebut, hingga tadi malam BPBD bersama perhutani dan TNI terus berupaya melakukan pemadaman.

Berbeda dengan pemadaman di lingkungan pemukiman, tim tidak bisa memadamkan api di hutan. Apalagi, dengan kondisi angin kencang seperti sekarang. Yang dilakukan tim adalah dengan cara memukul api dengan dahan agar tidak meluas. Selebihnya, mereka juga membuat sekat agar api tidak menjalar ke lahan lainnya. “Kami membuat ilaran atau sekat bakar agar api tidak merambat membakar semak-semak kering,” terangnya.

          Agar bencana kebakaran itu tidak meluas, menurut Agus BPBD akan berkoordinasi dengan perhutani. Terutama, untuk merumuskan langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.

          Terpisah, Administratur KPH Nganjuk Bambang Cahyo Purnomo yang dikonfirmasi tentang bencana kebakaran di wilayahnya, membenarkannya. Selain melakukan pemadaman, Bambang menyebut pihaknya mengantisipasi terjadinya kebakaran dengan mengintensifkan patroli. “Ini untuk mengantisipasi agar hutan tidak dibakar oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

          Patroli, kata Bambang, terutama akan dilakukan di daerah yang dianggap rawan. “Sebelumnya kami sudah pasang plang imbauan (larangan membakar hutan, Red). Ke depannya akan kami perbanyak lagi pemasangan plangnya,” urai Bambang.

          Selain beberapa upaya tersebut, Bambang menuturkan, perhutani juga akan melakukan pendekatan kepada warga di sekitar hutan. Mereka diajak bersama-sama menjaga hutan. Terutama di musim kemarau seperti sekarang. “Bila ada yang terbukti sengaja membakar hutan, akan kami proses hukum,” tandasnya.

Amukan si Jago Merah di Hutan:

-Hutan di Desa Sudimoroharjo, Wilangan, dan Desa Ngadiboyo, Rejoso dilalap api

-Hingga tadi malam, luas hutan yang terbakar mencapai 5,5 hektare

-Tim gabungan berusaha memadamkan api dengan membuat ilaran atau sekat bakar

-Saat tim masih memadamkan api di Rejoso dan Wilangan, satelit menemukan hot spot di hutan Ngetos.

-Tim BPBD masih melakukan asesmen untuk memastikan luasan hutan Ngetos yang terbakar

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia