Selasa, 22 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Deadline Pedagang sampai Senin Besok

Pedagang Harus Pindah ke Kios Baru

15 Juli 2019, 11: 42: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

Terminal

MAKIN TERANG : Suasana Terminal Anjuk Ladang di malam hari. Mulai bulan depan, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim akan mengerjakan lanjutan proyek. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK – Belum semua pedagang pindah ke tempat baru di Terminal Anjuk Ladang. Hingga kemarin, Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Jawa Timur (Jatim) mencatat jumlahnya baru separo. Dishub memberikan batas waktu sampai Senin besok (15/7).

          Kepala Seksi Operasional UPT LLAJ Dishub Pemprov di Kediri Eko Irianto mengatakan, dari 53 perdagang, ada separo yang bersedia pindah ke kios baru di kompleks gedung terminal. Sisanya, mereka masih membuka warung di sisi utara. “Ada yang belum pindah,” kata Eko kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Sesuai jadwal, seharusnya para pedagang tersebut sudah dipindah ke tempat baru pada 1 Juli lalu. Karena itulah, dishub memberikan tambahan waktu kepada pedagang. “Sesuai kesepakatan, Senin besok (15/7), harus pindah semua,” ungkapnya.

          Lalu bagaimana jika ada pedagang yang belum pindah? Eko menegaskan, pihaknya tidak memberikan toleransi lagi kepada pedagang. Karenanya, dishub akan melakukan pembongkaran bangunan. Apalagi proyek peningkatan terminal sebentar lagi akan dimulai. “Kami terpaksa harus membongkarnya,” tegas pria asal Sidoarjo ini.

          Untuk diketahui, dishub menyediakan kios baru di gedung terminal yang berlokasi di lantai bawah dan atas. Untui lantai bawah, kios diperuntukkan bagi pedagang kering, sedangkan lantai dua untuk pedagang basah. Setelah menempati kios tersebut, pedagang wajib membayar. Masing-masing Rp 2,5 per tahun untuk lantai pertama dan Rp 2 juta per tahun yang menempati lantai atas.

          Eko melanjutkan, setelah dilelang sejak 17 Juni lalu, dishub sudah menentukan pemenang lelang proyek terminal. Rekanan yang akan mengerjakan proyek senilai Rp 9,99 miliar itu adalah PT Tirta Magelang dari Pasuruan. Nilai kontraknya sebesar Rp 9,77 miliar. “Sudah pemenang tender,” ungkapnya.

          Eko mengatakan, proyek lanjutan terminal tipe B itu akan dimulai awal bulan depan. pembangunan gerbang masuk dan keluar terminal, tempat parkir, jalan, pagar keliling, musala/masjid dan penambahan fasilitas mobil penumpang umum antar kota dalam provinsi (MPU AKDP). Proyek tersebut merupakan lanjutan dari dua proyek pada 2017 dan 2018.

          Dengan pembangunan proyek tahun ini, dishub akan merampungkan peningkatan Terminal Anjuk Ladang. Rencananya, selain difungsikan sebagai terminal, beberapa ruangannya akan digunakan untuk SIM corner, perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan pengurusan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia