Minggu, 25 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Tari Kolosal Barong Sewu Tutup Pekan Budaya dan Pariwisata 2019

14 Juli 2019, 21: 57: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

pekan budaya dan pariwisata

EKSOTIS: Tari Srengenge dari Pasjar Kediri menjadi pembuka acara tarian kolosal Barong Sewu pada acara penutupan Pekan Budaya dan Pariwisata 2019 di kawasan SLG, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

  KEDIRI KABUPATEN - Aksi empat ribuan penari di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) kemarin (13/7) memantik pujian wakil dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Wakil Kemenpar itu menilai aksi ribuan penari memainkan tari Barong Sewu tersebut layak jadi event nasional. Nilai promosi terhadap potensi Kabupaten Kediri juga sangat menonjol.

“Sangat potensial (menjadi event nasional). Namun harus melewati proses seleksi terlebih dulu,” nilai Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wilayah Regional II Kemenpar Reza Pahlevi, kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Namun, Reza juga memberi catatan khusus pada penilaiannya itu. Beberapa hal perlu jadi perhatian. Yang pertama adalah konsistensi. Baik waktu maupun agenda kegiatan. Bila ada kepastian maka masyarakat bisa mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari.

Kemudian, kemasan acara juga harus diperhatikan dengan baik dan profesional.

Mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga setelah acara berlangsung. Bila tertata dengan baik gaung acara bisa panjang. Bisa berkelanjutan.

Di mata Reza, tahunan Pemkab Kediri tersebut sangat luar biasa. Pekan Budaya dan Pariwisata 2019 mampu mempromosikan Kabupaten Kediri. Terutama tari kolosal Barong Sewu. “Event ini adalah ajang promosi yang menarik,” imbuhnya.

Selain menguntungkan Kabupaten Kediri, event ini juga dinilai mampu melestarikan budaya. Bahkan hal inilah yang dianggap krusial dalam kelangsungan budaya bagi generasi muda. Pasalnya, event ini dapat memberikan ruang kreatif bagi masyarakat luas. Terutama mereka yang menjadi  penggiat seni barong.

Sementara itu, sebagai tuan rumah, Wakil Bupati Kediri Masykuri mengungkapkan bahwa acara ini dimaksudkan untuk nguri-uri budaya. Terlebih kesenian barong merupakan bagian dari cerita Panji. “Kediri merupakan pusat dari cerita Panji tersebut,” tandas pria yang hobi adventure tersebut.

Tari kolosal Barong Sewu menjadi penanda puncak Pekan Budaya dan Pariwisata 2019 Kabupaten Kediri. Penarinya tak hanya penggiat barong Kediri dan sekitarnya saja. Melainkan juga datang dari luar Pulau Jawa. Datang dari berbagai kota besar di tanah air. Seperti Medan, Ambon, Denpasar, Lampung, dan Bontang.

“Hadir dari seluruh nusantara. Di bawah paguyuban seni jaranan nusantara. Dan Kediri ini menjadi pusatnya,” terang Masykuri.

Kemarin, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase menyempatkan waktu untuk datang menyaksikan event tahunan ini. Ia pun mengungkapkan bahwa tari Barong di daerahnya juga sangat masif. Berbagai acara masyarakat tak luput dari kehadiran tari Barong ini.

“Ada nikahan, mengundang penari Barong. Ada acara lain, juga mengundang tari Barong,” papar Basri.

Untuk diketahui, meskipun dinamai tari kolosal Barong Sewu tetapi jumlah pengisi acara tersebut lebih dari itu. Total penggiat Barong tersebut mencapai 4 ribuan orang. Tak hanya tari Barong saja, ada berbagai tarian lain yang ditampilkan dalam event tersebut.

Di akhir acara, jajaran Forkopimda Kediri pun turut memakai topeng Barong. Antara lain Masykuri, Kajari Kabupaten Kediri Subroto, Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, dan Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi. Keempatnya pun turut membaur dengan para penari Barong di sana.  

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia