Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kasus Pembunuhan Kediri: Dua Pemutilasi Budi Bisa Kena Seumur Hidup

13 Juli 2019, 14: 43: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan budi

TERBELENGGU : Aris dan Aziz (kiri) dengan tangan terborgol saat pelimpahan di Kejari Kabupaten Kediri, Kamis (11/7) lalu. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

  KEDIRI KABUPATEN – Mengisi sisa hari di balik jeruji besi. Bayang-bayang itulah yang saat ini memayungi dua tersangka pemutilasi  Budi Hartanto. Sebab, jaksa telah menyiapkan tiga pasal untuk menjerat mereka. Salah satunya dengan pasal pembunuhan berencana. Yang ancaman hukumannya seumur hidup.

Pembunuhan berencana yang ditudingkan ke Aris Sugianto, 30, dan Aziz Prakoso, 23, tertuang di pasal 340 KUHP. Di pasal itu, ancaman hukumannya memang seumur hidup. Sedangkan dua pasal lain adalah pencurian dengan kekerasan serta pembunuhan.

“Pasal-pasal yang dijeratkan ke tersangka memang tiga itu. Salah satunya pasal pembunuhan berencana,” terang Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Kediri Ika Ayuningtyas, melalui Kasubsi C seksi intelijen Anang Yustisia.

Kemarin, hari kedua Aris, warga Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, dan  Aziz, warga Ringinrejo, Kabupaten Kediri, berada di tahanan kejari. Usai dilimpahkan oleh Polda Jatim. Pihak kejaksaan mengatakan masih mempelajari berkas-berkas yang ada. Sehingga belum memastikan kapan berkas akan dilimpahkan ke pengadilan. Setidaknya, mereka butuh waktu beberapa hari sebelum menyerahkan berkas tersebut.

“Untuk pelimpahan (ke pengadilan) kemungkinan minggu depan,” terang Tommy Marwanto, jaksa kejari. Tommy sendiri merupakan salah seorang jaksa yang dipersiapkan untuk kasus ini. Selain Tommy, masih ada empat jaksa lain yang tergabung dalam tim jaksa penuntut umum (JPU). Dua di antaranya merupakan jaksa Kejati Jatim.

Lalu apa saja persiapan untuk persidangan? Juga, berapa saksi yang nantinya akan dipersiapkan? Menanggapi pertanyaan itu, Tommy mengatakan masih belum bisa memberikan kepastian. Sebab, mereka masih terus mempelajari berkas perkara. Sebelum nantinya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.

Diberitakan sebelumnya, setelah tiga bulan ditangani Polda Jatim, kasus pembunuhan terhadap Budi Hartanto dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri. Selain dua tersangka, penyerahan yang berlangsung Kamis (11/7) itu juga menyertakan lima belas barang bukti. Mulai dari koper untuk memuat tubuh korban, dua sepeda motor, serta alat yang digunakan dua pelaku menghabisi Budi.

Ada empat pengacara di barisan penasihat hukum tersangka. Yaitu Taufiq Dwi Kusuma, Khoirul Lutfi Ashari, Moh. Karim Amrulloh, dan Wawang Satriya Kusuma. Yang menarik, saat pelimpahan itu Aris dan Aziz sempat membuat surat permintaan maaf. Surat permintaan maaf itu rencananya diberikan kepada orang tua Budi.

Kasus pembunuhan terhadap Budi terjadi April lalu. Budi, warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, itu dibunuh oleh teman kencannya, Aris. Usai kedua pasangan ini berhubungan. Pembunuhan itu dipicu cekcok soal uang.

Lokasi pembunuhan di rumah kontrakan Aris di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo. Saat cekcok, kebetulan Aziz juga berada di lokasi. Dan membantu menghabisi korban.

Setelah terbunuh, tubuh Budi rencananya akan dimasukkan koper. Ternyata koper tersebut tak bisa memuat seluruh tubuh korban. Akhirnya, Aris dan Aziz memutilasi tubuh korbannya. Memotong bagian kepala.

Dua potongan tubuh itu dibuang di dua tempat. Kepala korban, yang dimasukkan tas kresek, dilempar ke sungai di Desa Mojosari, Kecamatan Kras. Sedangkan koper berisi tubuh Budi dibuang di sungai yang ada di daerah Kabupaten Blitar.

Jeratan untuk Pemutilasi

-         Pasal primair, 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Ancaman hukuman seumur hidup.

-         Subsider, pasal 365 Ayat 5 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman paling lama sembilan tahun penjara.

-         Lebih subsider, pasal 338 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang pembunuhan. Ancaman hukuman paling lama lima belas tahun.

Sumber : Keterangan jaksa

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia