Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik
Melawan Hoax dengan Menumbuhkan Minat Baca

Koran Masih di Hati

13 Juli 2019, 08: 09: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

Minat Baca Kediri

Minat Baca Kediri (radarkediri.id)

Share this          

  Hasil survei Baretlinbang Kota Kediri pada 2019, indeks minat baca Kota Kediri mencapi 83,6 persen. Dan media yang paling banyak dibaca oleh masyarakat adalah koran!

Hasil survei dari Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Kediri pada 2019 ini menarik dicermati. Di tengah rendahnya tingkat baca Indonesia di dunia internasional, Kota Kediri justru memiliki indeks minat baca (IMB) yang sangat tinggi. Angkanya, 83,6 persen.

Angka itu sangat melegakan. Sebab, di antara negara-negara di dunia, Indonesia justru menjadi negara dengan minat baca yang rendah. Berada di posisi 60 dari 61 negara. Setidaknya itu berdasar hasil survei yang dilakukan Central Connecticut State University pada 2016 lalu. Dalam studi bertajuk ‘Most Littered Nation in the World’ itu Indonesia berada tepat di bawah Thailand. Dan di atas Bostwana.

baca koran

GENJOT MINAT BACA: Mas Abu membaca koran Jawa Pos Radar Kediri. (M Arif Hanafi - radarkediri.id)

“Kami memang melakukan upaya-upaya keras untuk meningkatkan indeks  minat baca ini. Karena pengaruhnya pada indeks pembangunan manusianya,” ucap Wali Kota Abdullah Abu Bakar, mengomentari soal tingginya minat baca di kota yang dia pimpin ini.

Yang juga layak untuk digarisbawahi adalah media yang paling banyak dibaca warga Kota Kediri. Berdasarkan hasil survei tersebut, koran adalah yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. Dari 600 responden yang disurvei, mereka yang mencari informasi dengan membaca koran mencapai 53,8 persen! Disusul membaca buku (34,8 persen), dan majalah (16,3 persen).

Memang, bila membaca hasil survei tersebut, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Namun, setidaknya fakta ini bisa menjadi titik pijak yang kuat untuk melawan terpaan hoax yang kian tinggi intensitasnya itu. Apalagi pada tahun politik seperti sekarang ini. Usainya Pilpres lalu tak serta-merta menyurutkan arus hoax di dunia maya. Karena kabar bohong yang berseliweran bukan hanya di jalur politik. Tapi banyak di bidang lain seperti soal kesehatan misalnya.

Melalui hasil survei itu, yang bisa dibaca adalah warga kota masih berusaha mencari jujugan mendapatkan info yang benar-benar kredibel dari media konvensional, koran. Koran dipandang masih bisa menyajikan berita yang akurat karena harus ada faktor akurasi dan keberimbangan. Hal ini juga menunjukkan bahwa analisa awal koran bakal ditinggalkan seiring dengan pesatnya informasi digital, tak sepenuhnya terjadi. Karena bagi masyarakat saat ini, banjirnya fake news justru membuat mereka kerepotan. Masyarakat masih membutuhkan rujukan untuk memastikan apakah berita yang mereka terima melalui medsos itu hoax ataukah benar. Dan salah satu caranya adalah dengan tetap mengonsumsi berita dari media-media yang kredibel. Salah satunya dengan membaca koran dari media arus utama.

Bagi Kota Kediri, menjaga masyarakatnya agar mendapatkan terpaan informasi yang benar adalah suatu hal penting. Seiring dengan upaya untuk menjadikan Kota Kediri sebagai smart city. Karena dengan membaca kualitas masyarakat bisa ditingkatkan. Yang ujungnya adalah peningkatan indeks pembangunan manusia, yang menjadi faktor kunci pembangunan manusia seutuhnya.

Yang tampak dari survei minat baca warga Kota Kediri

-         Indeks minat baca Kota Kediri 83,9 persen. Indeks ini tergolong dalam kategori sangat tinggi.

-         Taman bacaan atau perpustakaan masih menjadi tempat yang dituju warga kota untuk membaca di waktu luang. Angkanya mencapai 51,17 persen.

-         Koran menjadi media yang paling banyak dibaca warga kota. Yaitu 53,8 persen. Di bawahnya berturut-turut buku dan majalah.

-         Rata-rata waktu yang digunakan warga kota untuk membaca buku adalah dua jam per minggu.

-         Generasi milenial masih membutuhkan koran untuk bacaannya. Dari hasil survei Barenlitbang Kota Kediri, rentang usia pembaca koran mulai umur 19 tahun.

*) Disarikan dari kesimpulan survei indeks minat baca warga Kota Kediri oleh Barenlitbang.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia