Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Elpiji Bocor, Api Sambar Kaki Kastamah

10 Juli 2019, 15: 46: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

elpiji bocor

CEPAT PADAM: Mobil petugas memadamkan kebakaran (PMK) bisa menjinakkan api dengan cepat di dapur Kastamah, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK - Warga di Kelurahan/Kecamatan Sukomoro kemarin siang gempar. Pasalnya, tabung elpiji di rumah Kastamah, 59, warga setempat, bocor. Akibatnya, kaki perempuan tua itu sempat tersambar api. Beruntung dia hanya mengalami luka ringan karena berhasil menyelamatkan diri.

          Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, musibah tabung elpiji bocor itu terjadi sekitar pukul 13.30, kemarin. Saat itu, Kastamah tengah memasak di dapur. Saat sedang asyik menggoreng, tiba-tiba api di kompornya mati.

          Melihat hal itu, Kastamah berusaha menghidupkan kembali kompornya. Apalagi, setelah dicek ternyata gas di dalam tabung elpiji belum habis. “Tiba-tiba apinya keluar dari tabung elpiji dan menyambar kaki saya,” ujar Kastamah.

          Melihat kobaran api yang besar, Kastamah langsung panik. Dia berteriah meminta tolong. Saat itu juga Kastamah menyelamatkan diri dengan berlari ke luar rumah.

          Di saat bersamaan, warga yang mendengar teriakan Kastamah langsung mendatanginya. Mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. “Semua ikut panik,” lanjutnya.

Dalam keadaan tergopoh-gopoh, warga membawa pasir untuk memdamkan kobaran api. Karena api terus membesar, warga melaporkan kejadian tersebut ke petugas memadamkan kebakaran (PMK). Sekitar pukul 13.40, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Dua mobil PMK itu pun bisa dengan mudah memadamkan api. “Kami terjunkan dua mobil karena laporan yang masuk kebakaran rumah,” ujar Koordinator Lapangan Pemadam Kebakaran Andik Mardianto.

Lebih jauh Andik mengatakan, musibah kebocoran elpiji kemarin terjadi akibat beberapa faktor. Selain karena kondisi tabung dan selang elpiji, menurutnya dapur tempat Kastamah memasak dianggap kurang baik. Sebab, saluran udaranya minim. “Anginnya masuk dari pintu samping, apinya mengumpul di dalam dapur,” terang Andik.

Lebih jauh Andik mengungkapkan, saat kejadian api dengan mudah menjilat kaki Kastamah karena terkena tiupan angin dari belakang pintu. “Beruntung korban bisa menyelematkan diri,” lanjutnya.

Berdasar pengecekan tabung elpiji usai kebakaran kemarin, diketahui ada karet yang digulung di penutup tabung. Rupanya, karet tersebut sengaja dipasang untuk mencegah kebocoran pada tabung. “Penambahan karet pada elpiji adalah cara yang keliru,” tegas Andik.

Di depan sejumlah warga, Andik meminta warga untuk memasang seal agar tabung tidak longgar. “Bukan ditambah dengan karet atau alat lainnya,” pesannya sembari mempraktikkan cara memasang elpiji di depan Kastamah dan warga lainnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia