Minggu, 15 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Satu Korban Enggan Diperiksa

Polisi Akan Bawa Guru Cabul ke Psikiater

10 Juli 2019, 15: 27: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

pencabulan anak

KENA BATUNYA: Ang digelandang polisi untuk mengikuti rilis Senin (8/7) lalu. Dia terancam 15 tahun penjara karena menyetubuhi dan mencabuli siswinya. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK - Tindakan asusila yang dilakukan Ang, 30, guru SD di Tanjunganom, terus didalami. Termasuk dengan terus berupaya memeriksa satu korban pencabulan guru honorer ini. Hingga kemarin salah satu korban menolak memberi keterangan karena ketakutan dan trauma.

          Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengungkapkan, korban yang juga merupakan siswa kelas VI salah satu SD di Tanjunganom itu belum bisa diperiksa hingga kemarin. “Tidak mau memberikan keterangan,” ujar perwira dengan pangkat dua balok di pundak itu.

          Lebih jauh Nikolas menuturkan, berbeda dengan Bunga yang disetubuhi Ang hingga lima kali, tiga korban lainnya dicabuli. Termasuk salah satu korban yang belum bersedia memberikan keterangan tersebut.

          Mendapati hal itu, Nikolas menyebut, satreskrim masih terus berupaya melakukan pendekatan. Sebab, keterangan para korban sangat diperlukan untuk kepentingan penyidikan.

          Perwira yang sebelumnya bertugas di Polda Jatim ini menjelaskan, perbuatan Ang yang tega mencabuli dan menyetubuhi siswinya itu sudah di luar batas. Pun, alasannya karena sang istri yang baru saja melahirkan tidak bisa melayani hasratnya. “Kami tidak begitu saja percaya. Harus di-clear-kan. Apa motivasinya sampai menyasar anak-anak,” tegasnya.

          Dikatakan Ang, selain terus mendekati para korban, dalam waktu dekat polisi juga akan memeriksakan Ang ke psikiater. Dalam pemeriksaan tersebut nantinya akan diketahui apakah Ang memiliki kelainan atau tidak.

          Sejauh ini, baru terungkap jika Ang menyetubuhi dan mencabuli siswinya di rumah saat jam pelajaran tambahan. Meski demikian, menurut Nikolas tidak menutup kemungkinan perbuatan yang sama pernah dilakukan sebelumnya. “Korbannya semua perempuan. Tidak ada laki-laki,” imbuhnya.

          Seperti diberitakan, Ang membujuk para korbannya agar mau dicabuli dan disetubuhi. Dia berkilah melakukan perbuatan bejat itu sebagai sarana praktik salah satu pelajaran.

          Agar siswinya tak buka mulut, kadang Ang memberi uang untuk jajan. Nilainya juga tak besar. Antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Akibat perbuatannya, dia terancam pidana penjara selama 15 tahun.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia