Senin, 16 Sep 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Lagi! Pelatih Persik Kecewa karena Wasit

08 Juli 2019, 17: 39: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

pelatih persik kediri

TAK PUAS: Pelatih Budiardjo Thalib saat pertandingan melawan Persis Solo (6/7). (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

  KEDIRI KOTA - Hasil imbang saat bermain tandang melawan Persis Solo  menimbulkan kekecewaan bagi Persik. Terutama Pelatih Budiardjo Thalib dan Manajer Beny Kurniawan. Kekecewaan itu bukan karena permainan skuad berjuluk Macan Putih ini yang tak maksimal. Namun karena keputusan wasit Choirudin yang dinilai lebih memihak lawan.

Kekecewaan terhadap wasit tak hanya di pertandingan itu saja. Dua pertandingan sebelumnya juga mereka rasakan. Yaitu ketika menjamu Martapura FC pada laga kandang serta saat melawan PSIM Jogjakarta setelahnya. Manajemen menyebut kepemimpinan wasit sangat merugikan Persik.

Beny menyebutkan, kepemimpinan wasit Liga 2 dalam 3 laga terakhir selalu memihak kepada lawan. Terutama ketika laga terakhir mereka, melawan Persis Solo di Madiun. Misalnya saat dua pemain Persik Edo Febriansyah dan Ibrahim Sanjaya terkena pukul dan sikut. “Kejadian itu dibiarkan saja oleh wasit,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Beny sangat menyayangkan tindakan tersebut. Termasuk menyampaikan keprihatinan dengan sikap wasit seperti itu. Dia kecewa lantaran tak ada tindakan dari wasit ketika ada kejadian yang nyaris melukai pemain.

“Bagaimana jaminan keamanan bagi pemain bila ada yang sampai memukul seperti itu?” tanyanya.

Sampai-sampai, Beny mengutarakan kekecewaan itu melalui story di Instagramnya. Ia hanya menginginkan keadilan dalam setiap pertandingan selama Liga 2 ini. Termasuk menegaskan sama sekali tidak berharap dibantu wasit untuk meraih kemenangan. “Keinginan kami agar wasit mengambil semua keputusan secara fair demi sepak bola Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.

Ditemui secara terpisah, Pelatih Budiardjo menegaskan bahwa banyaknya pelanggaran yang terjadi baik di babak pertama dan kedua cukup merugikan mereka. Ia menganggap ketika pemainnya dilanggar lawan, wasit tidak memberikan kartu. “Tapi saat kita melanggar sedikit saja, ia (wasit, Red) kasih kartu,” ujarnya. Padahal seharusnya tidak perlu sampai mengeluarkan kartu dengan pelanggaran seperti itu.

Proses terjadinya gol balasan Persis di pertengahan babak kedua misalnya. Gol tersebut tercipta dari umpan bola mati yang seharusnya tidak terjadi. Budiardjo menyebut kejadian di menit 82 itu sebenarnya bukan pelanggaran yang dilakukan pemain Persik.

“Itu sebenarnya tidak free kick. Tidak ada kejadian apa-apa tapi wasit memutuskan untuk free kick dan akhirnya menjadi gol,” terangnya.

Tak hanya berkomentar saat melawan Persis Solo saja, sebelumnya Budiardjo juga mengaku pertandingan melawan Martapura FC juga demikian.Saat duel perebutan bola, dan lawan sengaja menjatuhkan diri, wasit sudah meniup peluit tanda pelanggaran. Padahal tidak bersentuhan sama sekali dengan pemain Persik. Pemain lawan terkesan mengulur waktu.

“Nah itu yang saya pertanyakan. Saya mendatangi wasit dan saya kasih tahu. Seharusnya saat jatuh ketiga dan keempat harus dikasih kartu supaya mereka tidak berbuat,” ujarnya.

Sebab, menurutnya, itu merupakan salah satu strategi untuk mengulur waktu di babak kedua. Termasuk di akhir babak kedua saat pemain Persik banyak melakukan serangan, justru sejumlah pemain belakang Martapura banyak yang terlihat terkapar.  Hingga ditandu keluar lapangan. Budiardjo pun berharap, pengadil lapangan mampu memimpin secara fair.

Komentar senada juga keluar dari para Persikmania. Di media social pendukung Persik banyak yang menilai ada ketidakberesan dari wasit yang memimpin. Mereka berharap ke depan tak ada lagi sikap wasit yang seperti itu. Sebab hal ini sangat merugikan bagi tim yang bertanding.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia