Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Features

Heboh Sapi Berkepala 2 dan Berkuping 3

08 Juli 2019, 17: 35: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

sapi berkepala dua

SIAM: Anak sapi yang memiliki dua kepala milik Subadi.

Share this          

  KEDIRI KABUPATEN -  Kelahiran anak sapi milik Subadi, 64, ini kemarin (7/7) membuat gempar para tetangganya. Sebab, anak sapi warga Desa Bangsongan, Kecamatan Kayenkidul ini lahir tak lazim. Dia memiliki kepala dua dan berkuping tiga.

Yang menarik, kedua kepala pedhet (anak sapi) itu juga menunjukkan tanda-tanda berfungsi. Kedua sisi kepala itu juga punya mata yang seperti berfungsi normal.

Namun, kondisinya yang tak seperti wajarnya anak sapi. Ketika baru lahir tak ada upaya untuk menyusu ke induknya. Pedhet itu hanya tergeletak dan tak bisa berdiri.

“Biasanya satu jam setelah lahiran (pedhet) langsung bisa berdiri. Tapi ini hingga empat jam tak bisa melakukannya. Mungkin karena keberatan kepala,” kata Subadi.

Nah, agar sang pedhet tak kelaparan, Subadi pun harus memerah susu dari induknya. Subadi dengan telaten menuangkan susu ke dalam wadah.  Kemudian memasukkannya ke mulut anak sapi.

Anak sapi tersebut memiliki bulu kecokelatan. Masing-masing kepala memiliki satu telinga. Dan, di antara dua kepala itu juga terdapat satu telinga lagi yang menjulur ke atas.  “Total ada tiga telinga, empat mata, dan empat kaki,” terangnya.

Untuk bagian bawah, semuanya normal. Anak sapi itu memiliki satu badan dan empat kaki. 

Meskipun dengan kondisi kembar dempet seperti itu, Subadi mengaku gembira dengan kehadiran anak sapi tersebut. “Ini merupakan anakan kelima dari induk yang sama. Dan paling unik di antara yang lain,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Subadi juga mengungkapkan, saat bunting induk sapi tidak menunjukkan perangai aneh. Tapi, memang lebih banyak diam. “Usia kehamilannya sembilan bulan lebih sepuluh hari,” terangnya.

Kejanggalan baru terjadi saat induk sapi itu akan melahirkan. Induk sapi mengalami kesulitan sehingga diperlukan tindakan khusus. Saat anak sapi itu lahir, Subadi mengaku kaget. Menurutnya, untuk melahirkan anak sapi tersebut dia harus menunggu 14 jam.

“Padahal, air ketubannya sudah pecah sekitar pukul 18.00 Sabtu (6/7). Dan baru melahirkan tadi (kemarin, 7/7, Red) sekitar pukul 08.00,” tandasnya.

Karena anak sapi sulit keluar, Subadi terpaksa memasukkan salah satu tangannya kedalam dubur sapi. Kemudian menarik anak sapi tersebut. “Kami terpaksa menarik anak sapi dengan tampar yang dililitkan di leher anak sapi tersebut,” imbuhnya.

Kemarin, anak sapi itu sempat dibawa mantri hewan di daerah Wates. Menurut Subadi tujuannya untuk disuntik. Dia mengaku sudah diberitahu oleh mantri hewan itu bahwa anak sapi tersebut kemungkinan besar tak berumur panjang.

Kabar mengenai sapi berkepala dua tersebut pun menjadi viral di media sosial (medsos). Hal itu lah yang memotivasi Ahmad Baihaqi, 28 warga Desa Mojosari, Kecamatan Kras mengunjungi lokasi kejadian sapi unik tersebut. Menurut pengakuannya, ia merasa penasaran dengan keberadaan sapi berkepala dua tersebut. “Sudah dengar ramai sekali di medsos, akhirnya saya memutuskan untuk melihat langsung,” tandasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia