Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info Pilkades di Kediri: Jadi Kewenangan Camat

08 Juli 2019, 17: 24: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

Pilkades Serentak Kediri

Pilkades Serentak Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Bagi desa-desa yang memiliki kandidat lebih dari lima orang dalam pemilihan kepala desa (pilkades), mereka harus siap-siap untuk melakukan seleksi awal. Dan, yang berwenang untuk melakukan itu adalah camat setempat. Yang bertugas melakukan penilaian serta mengurutkannya berdasarkan rangking terbaik.

Setelah terjadi perangkingan itu, ganti tugas panitia pilkades yang bertugas. Mereka akan mengeliminasi peringkat enam ke bawah. Sebab, maksimal calon yang bisa maju dalam pilkades adalah lima kandidat.

“Otomatis peringkat enam dan seterusnya akan dinyatakan tereliminasi,” terang Penjabat (Pj) Kepala Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Supriyanto saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri tadi malam.

Sementara, terkait seleksi atau ujian sendiri, pria kelahiran 1965 tersebut mengungkapkan akan berformat ujian tulis. Soal tersebut akan diberikan oleh camat pada desa yang memiliki peserta pilkades lebih dari lima orang. Bentuk soalnya, menurut keterangan Supriyanto, akan berbentuk pilihan ganda. Dari data yang dihimpun koran ini, soal yang akan diujikan setidaknya akan memuat terkait materi pelajaran bahasa Indonesia, kewarganegaraan, dan perundangan.

“Biasanya cukup dalam satu hari saja seleksi atau ujiannya ini dilaksanakan,” imbuh pria yang hobi otomotif ini.

Namun, peluang munculnya kandidat lebih dari lima orang juga tak terlalu besar. Seperti di Desa Badas misalnya. Jumlah kandidat yang muncul tergolong banyak. Tapi hingga kemarin tak sampai lima orang. Di desa ini calonnya ada empat orang. Karena itulah Supriyanto memperkirakan peserta pilkades di desanya tak akan melibihi batas maksimal.

Keempat calon itu datang dari berbagai latar belakang. Bahkan, dua calon peserta merupakan orang yang pernah menjadi kades. Sementara dua lainnya calon penantang baru. Salah satunya dari perangkat desa setempat.

Supriyanto memprediksikan bahwa ketegangan pilkades ditempatnya relatif landai. Tidak begitu menimbulkan gejolak yang tinggi. Hal itu diungkapkannya lantaran pemilih di desa ini tidak fanatik.

“Di sini tidak ada yang fanatik terhadap salah satu calon. Relatif aman di sini,” tambahnya.

Sementara itu, pilkades bisa saja gagal dilaksanakan lantaran pesertanya hanya ada satu peserta meskipun telah memasuki tenggat waktu pendaftaran kedua. Pendaftaran peserta Pilkades tahap pertama dibuka hingga pertengahan bulan ini. Yakni pada Selasa (16/7) depan. Namun ketika pesertanya hanya satu, maka akan dibuka pendaftaran tahap kedua. Penambahan waktu untuk pendaftaran kedua akan dibuka selama tujuh hari. Yakni pada 17 Juli hingga 29 Juli 2019.

“Setelah masa batas waktu tahap kedua tetep satu calon maka pilkades ditunda sampai batas waktu yang ditentukan oleh pihak pemda,” terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Sampurno.

Dengan kondisi seperti itu, otomatis terdapat kekosongan kekuasaan di desa yang bersangkutan. Lantaran masa jabatan kades telah habis sedangkan kades baru belum terpilih. Namun Pemkab Kediri telah mengantisipasi hal tersebut. Yaitu dengan mempercayakan jalannya pemerintahan di desa yang bersangkutan kepada pejabat sementara.

Untuk diketahui, sebanyak 35 desa akan menggelar pencoblosan pilkades pada 26 Agustus 2019. Pilkades itu akan berlangsung di 20 kecamatan di Kabupaten Kediri. Baik dari wilayah barat maupun timur sungai Brantas.

Bila Ada Kandidat Lebih Lima Orang

1.       Seleksi akan dilakukan oleh camat setempat.

2.       Seleksi akan berformat ujian tulis.

3.       Soal ujian akan berbentuk pilihan ganda.

4.       Materi soal meliputi bahasa Indonesia, kewarganegaraan, dan perundangan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia