Rabu, 22 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Dalami Masalah, Polisi Pulbaket Kasus Dana Pangrukti

06 Juli 2019, 14: 41: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

dana pangrukti

TERKUNCI: Gerbang Perkumpulan RSDP dalam kondisi tertutup, kemarin. Lembaga ini didera konflik internal. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

 KEDIRI KOTA - Polisi masih mendalami kasus di Perkumpulan Rukun Sinoman Dana Pangrukti (bukan Yayasan Rukun Sinoman Dana Pangrukti seperti tertulis kemarin, Red). Meskipun telah meminta keterangan dari beberapa pihak, termasuk pelapor, polisi belum melanjutkan kasus ini ke penyidikan. Mereka masih melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Hanif Fatih menjelaskan, laporan dari Perkumpulan RSDP tersebut memang sudah diterima polisi. Namun, saat ini masih dalam tahap penyelidikan. “Ya benar, ada yang melapor perihal pembuatan surat palsu,” terang Hanif.

Laporan tersebut masuk sejak Mei lalu. Hingga kemarin masih dalam tahap penyelidikan oleh anggota pidana umum (pidum). Kasus pemalsuan seperti ini diatur dalam pasal 263 KUHP.

Menurut Hanif, petugas sudah meminta keterangan dari beberapa pihak. Terutama dari jajaran pengurus Perkumpulan RSDP. Hal itu untuk memperdalam dan memperjelas duduk masalahnya. “Sampai saat ini sudah enam orang yang dimintai keterangan,” sebut Hanif.

Polisi juga berencana meminta keterangan pelapor. Tujuannya juga untuk mendalami laporan yang dilakukan. Selain itu, menurut Hanif, polisi masih akan meminta keterangan dari beberapa orang lagi.

Sementara itu, Penasehat Hukum pelapor Danan Prabandaru, menjelaskan bahwa kasus ini muncul setelah konflik usai pergantian pengurus. Saat itu kepengurusan era Boedi Darma diganti penguru baruyang diketuai Paulus Bingandiputra.

Nah, saat itu, terlapor Harijanto yang duduk sebagai dewan formatur dianggap mengambil langkah yang tidak tepat. Menurut Danan, tanpa sepengetahuan dewan formatur lain, terlapor mengangkat Bambang Giantoro sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Perkumpulan RSDP.

“Pengangkatan Bambang secara sepihak itu menimbulkan konflik,” ujarnya.

Pengurus yang tidak terima akhirnya melaporkan hal itu ke polisi. Ketua saat ini, Edhi Laksmana, yang melakukan pelaporan. “Pak Edhi ini ditunjuk pengurus sebagai ketua menggantikan Pak Paulus yang mengundurkan diri,” jelasnya.

Meski memiliki pengurus baru, selama ini mereka tidak bisa bekerja sesuai porsinya.

Danan berdalih, pengurus baru Perkumpulan RSDP ini dibentuk setahun lalu. Dan telah disahkanoleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM). Karena itu pengurus baru berhak mengelola perkumpulan.

Namun di sisi lain, justru Dewan Formatur Harijanto menerbitkan surat keputusan (SK) yang ditujukan kepada Bambang Giantoro menjadi pelaksana tugas (Plt) Ketua Perkumpulan RSDP. Menurutnya, SK itu tanpa melibatkan formatur lain yang berjumlah 5 orang.

Ketua Perkumpulan RSDP Terpilih Edhi Laksmana menyebut hingga saat ini aktivitas kepengurusan masih berjalan. “Tetapi dipegang oleh orang yang tidak berhak. Oleh sebab itu terjadi kemelut,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Sayangnya, Harijanto yang menjadi terlapor tak bisa dihubungi tadi malam. Hingga pukul 20.00 WIB pesan melalui Whatsapp dan telepon kepada yang bersangkutan tak mendapatkan respon. Meskipun saat ditelepon terdengar nada sambung tapi tak kunjung diangkat.

Sebelumnya, Kamis (4/7), anggota DPRD Kota Kediri ini sempat menjawab telepon Jawa Pos Radar Kediri. Saat itu dia mengaku bahwa kemarin (5/7) dia ada kunjungan kerja. Tanpa menyebut dengan pasti ke mana kunkernya itu.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia