Minggu, 25 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Pembunuhan Binti: Janggal, Keluarga Minta Rekonstruksi Ulang

06 Juli 2019, 14: 37: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan binti

JANGGAL: Imam Muklas menunjukkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

   KEDIRI KABUPATEN – Tertangkapnya Sugeng Riadi, 40, yang disebut polisi sebagai pembunuh Binti Nafia, ternyata belum sepenuhnya melegakan keluarga korban. Pihak keluarga merasa masih ada kejanggalan dalam penetapan laki-laki warga Jl Penanggungan, Pare tersebut sebagai tersangka. Karena itu mereka berharap polisi menggelar rekonstruksi ulang.

Keinginan pihak keluarga Binti itu diwakili oleh Lembaga Penyuluhan dan Bantuah Hukum (LPBH) NU.  “Kami sebagai perwakilan dari keluarga meminta dilakukan rekontruksi ulang,” ujar Ketua LPBH NU Imam Muklas di rumah keluarga Binti kemarin.

Menurut Imam, dengan rekonstruksi ulang di lokasi kejadian, akan bisa dipastikan apakah benar Sugeng Riadi sebagai pelaku pembunuhan itu atau bukan. Dengan rekontruksi ulang itu akan bisa mengetahui bagaimana Sugeng Riadi melakukan tindak pidana pencurian sekaligus pembunuhan itu.

“Kami akan tahu SR (Sugeng Riadi, Red) benar sebagai pelaku sesungguhnya atau bukan. Dengan (melihat) bagaimana cara melakukan aksinya ketika kejadian,” urainya.

Imam menjelaskan, mereka merasa terdapat kejangalan dari pengungkapan kasus tersebut. Salah satunya dari bagaimana posisi Binti ketika ditemukan. Ketika ditemukan Binti yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa ditemukan dalam kondisi tidur telentang. Menurut keluarga, Binti telah dibunuh terlebih dahulu sebelum perampokan terjadi. Karena itulah, untuk mamastikan hal tersebu mereka merasa perlu dilakukan rekonstruksi ulang.

“Untuk dilakukan rekonstruksi di lokasi kejadian, kami akan membantu untuk pengamanan,” tutur Imam. 

Sementara itu, pihak Polsek Pare, yang menangani kasus ini, mengaku telah melakukan rekonstruksi. Rekonstruksi itu  memang berlangsung di Mapolsek Pare. “Kami telah melakukan rekonstruksi dua hari lalu,” terang Kanitreskrim Polsek Pare Iptu Wilu.

Wilu menjelaskan, penggelaran rekonstruksi di Mapolsek Pare dengan beberapa alasan kuat. Yang pertama dari sisi keamanan. Polisi khawatir muncul kemarahan massa kepada tersangka.

Selain itu, juga agar tidak menyebabkan trauma pada keluarga korban.  Apalagi salah satu saksi dalam kejadian tersebut adalah Sirojul, 10. Anak korban itu masih di bawah umur.

“Dari pihak pengacara Sugeng Riadi, tidak keberatan jika dilakukan rekonstruksi di mapolsek,” imbuhnya.

Lalu, bagaimana bila keluarga korban meminta ada rekonstruksi ulang? Polisi menyebut bahwa mereka dapat mendatangi mapolsek untuk berkoordinasi mengenai hal tersebut. Nanti, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kapolsek tentang kemungkinan menggelar rekonstruksi ulang tersebut.

Diberitakan sebelumnya, pelaku pembunuhan Binti tertangkap setelah sempat buron selama setahun. Menurut polisi pelakunya adalah Sugeng Riadi. Lelaki itu diamankan ketika melakukan pencurian di rumah H Qomarudin di Dusun Semanding, Desa Tertek, Kecamatan Pare.

Dari penangkapan tersebut, petugas mendapat pengakuan bahwa dia sebelumnya telah melakukan pencurian di rumah Binti pada Juni tahun lalu.

Kejadian pencurian dengan kekerasan tersebut terjadi di Jalan Angsa, Dusun/Desa Canggu Kecamatan Badas. Pembunuhan tersebut diketahui oleh Sirojul, anak Binti. Sugeng dianggap telah melanggar pasal 338 KUHP dan pasal 365 KUHP. Dengan maksimal ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia