Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Dugaan Surat Palsu RSDP: Pengurus Yayasan Laporkan Eks Ketua

05 Juli 2019, 17: 58: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

dana pangrukti

KONFLIK INTERNAL: Bangunan pendapa Perkumpulan RSDP yang digunakan tempat persemayaman jenazah sementara di Jl Monginsidi, Kota Kediri. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

  KEDIRI KOTA – Kasus dugaan pemalsuan surat di Perkumpulan Rukun Sinoman Dana Pangrukti (RSDP) berujung di kepolisian. Ini setelah Edhi Laksmana, pengurus yayasan RSDP, melaporkan Harijanto, dewan formatur di yayasan yang sama.

Bukti laporan diserahkan ke Polres Kediri Kota pada akhir Mei 2019 lalu. Harijanto yang juga Ketua Komisi A DPRD Kota Kediri, ditengarai melakukan tindakan yang merugikan pengurus yayasan yang berada di Jalan Monginsidi, Ringinanom, tersebut.

“Pengurus tidak bisa bekerja maksimal karena dihalangi oleh dewan formatur, yakni Pak Harijanto,” kata Danan Prabandaru, Penasihat Hukum (PH) Edhi Laksmana.

Pengurus yang dimaksud adalah pengurus baru Perkumpulan RSDP yang dibentuk satu tahun lalu. Dari pembentukan pengurus itu, Danan mengatakan, pengurus baru telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM). Sehingga sangat berhak atas apa yang harus dilakukan di perkumpulan.

Hanya saja, lanjut Danan, Harijanto justru menerbitkan surat keputusan (SK) yang ditujukan kepada Bambang Giantoro selaku pelaksana tugas (Plt) Ketua Perkumpulan RSDP. “SK itu tanpa melibatkan formatur lain yang berjumlah lima orang,” ungkapnya.

Danan menegaskan, indikasi pemalsuan surat diketahui ketika Harijanto yang juga eks ketua dewan formatur itu bersama Bambang diduga menyalahgunakan surat berkop dan stempel milik RSDP. “Termasuk digunakan untuk mengadakan rapat anggota. Dan secara operasional keuangan perkumpulan dikuasai oleh Bambang,” papar Danan.

Padahal seluruh kegiatan operasional sepenuhnya harus dilakukan pengurus. Hingga kemarin, proses pemeriksaan polisi sudah dilakukan terhadap enam saksi termasuk pelapor.

Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Hanif Fatih membenarkan ada laporan tentang kasus dugaan pemalsuan surat tersebut. Pihaknya masih mendalaminya. Beberapa pengurus yayasan telah dimintai keterangan.

“Pemeriksaan masih dalam tahap pendalaman. Para saksi hanya dimintai keterangan, termasuk juga pelapor,” ungkapnya.

Hanif menyatakan, proses penyelidikan terus dilanjutkan. Ini hingga polisi menemukan bukti yang cukup kuat. Berdasarkan beberapa saksi yang diperiksa, ada masalah internal dari kepengurusan yayasan tersebut. “Kasus ini termasuk dalam pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat,” imbuhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Harijanto sempat mengangkat. Namun, ia belum sempat menjelaskan soal masalah yang ada di Perkumpulan RSDP. Harijanto hanya menjawab singkat. “Saya mau mandi,” katanya.

Koran ini kemudian bertanya apakah bisa bertemu besok? Harijanto menjawab, dirinya besok (hari ini) ada kunjungan kerja. Kemudian ia menutup telepon. Selanjutnya, saat dikonfirmasi kembali melalui pesan singkat di ponselnya, Harijanto justru balik bertanya. “Ini nomor HP siapa ya, HP lama sudah rusak maaf,” ujarnya.

Koran ini pun menjawab dengan memperkenalkan diri ulang dan bertanya terkait masalah laporan dari pengurus Perkumpulan RSDP yang menyangkut namanya. Namun hingga tadi malam, Harijanto belum menjawab lagi pertanyaan dari wartawan koran ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia