Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Tergiur Kambing Tetangga, Kena Vonis 14 Bulan

03 Juli 2019, 13: 45: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

curi kambing

PASRAH : Bambang berjalan gontai usai mendengarkan vonis hakim kemarin (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Niat awalnya mencari rumput untuk makanan kambing piaraan sendiri. Tapi, niat buruk mencuat kala melihat kambing etawa milik tetangganya yang gemuk. Ujung-ujungnya, bukannya memasukkan rumput di gerobak, ganti kambing tersebut yang diembat. Alhasil hukuman 14 bulan pun harus dia terima.

Narasi di atas adalah penggalan kisah Bambang Eko Prasetyo, 31. Warga Desa Batuaji, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri itu mendapat vonis setelah terbukti mencuri kambing etawa milik tetangga dusun. Vonis akibat perbuatan yang dia lakukan April silam itu berlangsung kemarin di PN Kabupaten Kediri.

Sontak, wajah muram Bambang terlihat. Sesudah dia mendengarkan putusan yang keluar dari mulut Ketua Majelis Hakim Guntur Pambudi Wijaya. Meskipun dia diberi hak banding, tapi Bambang tak melakukan. Dia memilih menerima hukuman itu.

“Silakan terdakwa kembali ke ruang tahanan sementara,” ujar hakim Guntur usai mendengar Bambang mengatakan menerima putusan itu.

Bambang selayaknya sedikit merasa lega. Apa pasal? Karena vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Wahyuning Dyah Widyatusti. Di sidang sebelumnya, JPU meminta hakim menjatuhkan vonis 16 bulan penjara.

Bambang didakwa dengan pasal 363 ayat 1 ke 1 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Lelaki ini bersalah karena mencuri ternak milik orang lain. “Untuk kambing yang dicuri oleh terdakwa sudah dikembalikan ke pemiliknya,” terang Guntur.

Kapan kejadian itu bermula? Persisnya Senin (1/4). Pagi sekitar pukul 6.30 WIB, Bambang menarik gerobak kosong dengan motor Suzuki Bravo. Tujuannya mencari rumput. Yang ini, rumput yang dicarinya, ditujukan untuk kambingnya sendiri.

Apa lacur, ketika melewati rumah Katirin, otak kriminalnya muncul. Saat itu Bambang melihat Katirin keluar rumah. Bambang pun tahu kalau tetangganya itu memelihara beberapa kambing jenis etawa. Alih-alih meneruskan mencari rumput, niat busuk ganti yang mengemuka. Dia berniat mencuri kambing milik Katirin.

Singkat kata, Bambang masuk ke kandang kambing yang berada di belakang rumah Katirin. Saat membuka pintu kandang dia melihat ada empat ekor kambing etawa gemuk-gemuk. Entah mengapa Bambang tak ‘serakah’. Yang dia embat hanya seekor kambing.

Saat diperiksa di sidang sebelumnya, Bambang mengeluarkan jurus klasik ketika ditanya kenapa melakukan pencurian. Jawabannya klise. Lagi terdesak keadaan dan butuh uang segera.

Setelah mengangkut seekor kambing milik Katirin, Bambang melarikannya ke orang yang bersedia membeli. Namanya pencuri amatir, kambing milik orang yang masih satu dusun itu dia jual ke orang yang juga masih tetangga. Itupun dengan harga yang di luar nalar. Kambing, yang menurut si empunya dibeli dengan harga Rp 3 juta dijual murah. Hanya Rp 1 juta.

Tentu saja fakta-fakta itu memudahkan polisi menelusuri jejaknya. Saat Katirin melaporkan soal pencurian itu, polisi pun bisa dengan mudah mengendusnya. Karena tak sulit mendapatkan info ada kambing yang dijual di desa itu. Apalagi, dengan embel-embel harga murah. Dan, polisi pun meringkus si pencuri kurang berpengalaman ini.

Kini, Bambang harus menanggung segala perbuatannya. Sembari memakai rompi tahanan yang ia pakai lagi setelah keluar dari kursi persidangan. Ia berjalan dengan terburu-buru didampingi oleh petugas kepolisian dan kejaksaan yang menggiringnya kembali ke sel tahanan sementara. Makanya, jangan coba-coba berbuat tindakan melakangga hukum. Bila tak ingin merasakan dinginnya lantai penjara.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia