Senin, 20 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Info PPDB Kediri: Ada Potensi Bangku Kosong

01 Juli 2019, 23: 34: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

Pagu Sekolah Kediri

Pagu Sekolah Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Enam SMP negeri yang belum tercukupi pagu siswanya telah berupaya mengisinya. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan masih tetap ada bangku yang kosong. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri pun tidak memungkiri adanya potensi tersebut.

“Saya belum menjamin, itu saja mungkin ada SMPN yang (pagunya) tidak penuh seratus persen,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Sujud Winarko saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri.

Pernyataan Sujud bukan tanpa alasan. Kendati pihaknya dan sekolah telah melakukan pengisian tersebut, keputusan terakhir tetap ada pada peserta didik yang bersangkutan. Disdik maupun sekolah tidak berhak memaksa keputusan yang akan diambil mereka.

Potensi terjadi hal tersebut salah satunya disebabkan faktor jarak. Sebab tak menutup kemungkinan siswa yang diterima nanti berlokasi jauh dari sekolah yang pagunya belum tercukupi tersebut.

Sepeti diketahui sebelumnya, pengisian pagu bangku kosong ini diambilkan dari pendaftar di SMPN lain dalam satu zona. Syaratnya, pemeringkatan murni didasarkan nilai ujian nasional (NUN). Tanpa ada pertimbangan jarak dari rumah yang bersangkutan menuju sekolah.

Oleh karena itu, bisa jadi nantinya siswa yang berhak mengisi merasa jarak terlalu jauh. Sehingga menolak bersekolah di lembaga tersebut. “Mungkin dia mencari sekolah yang lebih dekat. Walaupun sekolah swasta tetapi masih dekat. Kita berasumsinya seperti itu,” terang Sujud.

Walau begitu, disdik telah mengantisipasi. Yakni dengan diganti peserta dari peringkat di bawahnya. Pasalnya, jika ada peserta peringkat di atas yang menolak maka peringkat di bawahnya otomatis naik. Dengan begitu, pihak sekolah masih memiliki opsi lain mengisi kekurangan pagu masing-masing lembaga. Ini dapat menekan pagu yang belum terpenuhi.

“Kita akan mencari lagi (peringkat) bawahnya. Tetapi kalau memang sudah tidak ada lagi (calon peserta didik) di situ ya selesai. Tidak akan menambah lagi, itu sudah menjadi pagu mereka,” papar Sujud.

Hanya saja, disdik tentunya berharap semua pagu dari masing-masing SMPN dapat terpenuhi seratus persen. Terutama enam lembaga yang masih belum terpenuhi setelah adanya rekapitulasi daftar ulang penerimaan peserta didik baru (PPDB) kemarin.

Enam SMP negeri tersebut tersebar di enam kecamatan yang berbeda. Yaitu SMPN 2 Banyakan, SMPN 2 Purwoasri, SMPN 2 Semen, SMPN 2 Puncu, SMPN 3 Grogol dan SMPN 3 Kras.

Untuk diketahui, pengisian tak berlaku bagi calon peserta didik yang telah mencabut berkas dimungkinkan telah mendaftar atau bahkan diterima di lembaga lain. Pasalnya, disdik telah menegaskan bahwa sekolah tidak dapat melakukan pengisian terhadap siswa yang telah diterima di lembaga lain.

Pemeringkatan berdasarkan NUN tersebut akan dilakukan oleh masing-masing sekolah yang pagunya belum tercukupi. Selanjutnya, pihak sekolah akan mengambil sebanyak kebutuhan kursi yang masih tersedia.

 

 

Seputar Pagu yang Tak Terpenuhi

-         Kemungkinan karena jarak sekolah dengan rumah terlalu jauh

-         Siswa lebih memilih sekolah lain yang dekat meskipun di swasta

-         Siswa yang menolak akan digantikan peringkat bawahnya. Peringkat otomatis naik jika ada yang menolak.

-         Keputusan menolak atau menerima dikembalikan lagi kepada siswa dan orang tuanya

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia