Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Sama Saja, Sekolah Negeri-Swasta Dapat  BOS

26 Juni 2019, 15: 36: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

sman 1 papar

SERIUS: Peserta didik baru di SMAN 1 Papar menjalani psikotes untuk penentuan penjurusan, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri menegaskan bahwa sekolah negeri dan swasta standar kualitasnya sama saja. Perlakuan pemerintah terhadap sekolah negeri dan swasta pun tidak ada bedanya.

“Semua (sekolah negeri dan swasta) mendapatkan bantuan operasional sekolah (BOS). Semua mendapat bantuan alat-alat. Juga dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sendiri ada bantuan rehab untuk sekolah-sekolah swasta. Jadi perlakuannya sama,” papar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik i Sujud Winarko, kemarin.

Selain itu, upaya melakukan penyamaan standar kualitas pendidikan dari sekolah negeri dan swasta juga telah dilakukan. Tujuannya untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan untuk masyarakat.

Selama ini, menurut Sujud,  yang banyak muncul di masyarakat adalah anggapan bila bersekolah harus di sekolah negeri. Padahal, jika berkaca pada jumlah lulusan SD dibandingkan dengan pagu SMP tidak akan mencukupi. Sudah pasti ada yang tidak bisa melanjutkan ke SMP negeri.

Sayangnya, anggapan masyarakat terhadap dikotomi sekolah negeri dan swasta sudah terbangun lama seperti itu. Menjadi rahasia umum kalau kebanyakan orang menilai sekolah swasta sebagai sekolah yang kualitasnya di bawah negeri. Anggapan itulah yang harus dipupus saat ini.

“Toh, sekarang sekolah swasta juga sudah banyak yang gratis. Didukung anggaran daerah juga, jadi tidak memberatkan orang tua siswa,” terang Sujud.

“Yang penting adalah bagaimana dukungan orang tua dalam motivasi dan pengawasan anak-anaknya dalam belajar,” imbuhnya.

Sementara itu, proses daftar ulang untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA memasuki hari terakhirnya kemarin. Daftar ulang itu telah berlangsung selama dua hari. Beberapa SMA ada yang telah menyelesaikan proses daftar ulang pada hari pertama saja. Penyebabnya karena antusiasme peserta didik baru yang tinggi. Seperti di SMAN 1 Papar. Pada hari kedua kemarin tak ada siswa yang daftar ulang.

Pihak sekolah pun mengisinya dengan tes psikologi bagi peserta didik baru. “Psikotes ini kami laksanakan untuk mengetahui minat dan bakat siswa. Nantinya akan kami gunakan untuk menentukan jurusan siswa yang bersangkutan,” ungkap Waka Humas SMAN 1 Papar Wawan Setiyo Budi saat ditemui di ruangannya kemarin.

Selain itu, dia berharap agar peserta didik baru dapat beradaptasi dengan sistem yang diterapkan di SMA.

Tes psikologi tersebut diselenggarakan di 9 kelas yang ada. Memakan waktu mulai pukul 08.00 – 12.00 WIB. Hari ini rencananya akan berlangsung tes akadmeik. Yang menggunakan computer assisted test (CAT). Tes ini akan berlangsung dalam tiga sesi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia