Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info PPDB Kediri: Puluhan SD Kurang Murid

26 Juni 2019, 15: 24: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

PPDB di Kediri

PPDB di Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Fenomena kurang murid terjadi hampir di semua tingkatan dalam PPDB kali ini. Di kelompok sekolah dasar (SD), beberapa sekolah juga mengalami hal serupa. Padahal, pengumuman yang diterima sudah berlangsung Senin (24/6) lalu.

Akibatnya, sekolah-sekolah tersebut terpaksa membuka pendaftaran lagi. Tapi, kali ini menggunakan jalur off-line. Sekolah-sekolah tersebut diberi keleluasan mencari tambahan siswa hingga pagunya terpenuhi.

Setidaknya, ada 27 SD yang pagunya tak terpenuhi. Di antaranya, yang paling parah, adalah SDN Jagalan 3 yang mendapat 8 siswa, Bandarlor 1 dengan 10 siswa, Tosaren 2 dengan 11 siswa, Sukorame 5 ada 13 siswa, dan Kampungdalem 3 masih 15 siswa.

Jumlah pendaftar lebih mendingan dialami SDN Kampungdalem 4. Dari daya tampung 28 siswa mereka mendapat 24 anak. Artinya kurang 4 lagi untuk memenuhi pagu.

“Untuk jalur offline ada 1. Jadi sementara totalnya ada 25 siswa,” aku Kepala SDN Kampungdalem 4 Hardiko.

Hardiko menambahkan, sebenarnya ada 3 siswa lagi yang berencana mendaftar. Namun hingga kemarin ketiganya belum melakukan daftar ulang. “Jumlah siswa yang mendaftar itu memang belum final. Hari ini penentuannya. Kita tunggu hingga pukul 14.00 WIB,” jelasnya.

Jika masih belum ada yang mendaftar, PPDB akan terus dibuka. Setidaknya hingga semua data masuk dalam data pokok pendidikan (dapodik). Bila sudah masuk dapodik, sekolah sudah tidak bisa menerima lagi peserta didik baru.

Sebenarnya, tahun ini di Kelurahan Kampungdalem hanya ada tiga SD. Yakni SDN Kampungdalem 3, 4 dan 6. Ketiganya masuk zonasi wilayah Kelurahan Kampungdalem dan Ringinanom. Hanya, mayoritas warga sekitar memilih sekolah swasta. Tertutama mereka yang ekonominya menengah keatas. Sistem zonasi juga mengurangi jumlah siswa dari daerah lain. “Dulu ada dari Semen, Kabupaten Kediri. Ada juga yang dari Ngadiluwih,” paparnya.

Situasi yang lebih memprihatinkan terjadi di SDN Kampungdalem 3.  Mereka hanya mendapat 15 siswa di jalur online. Sementara dari jalur offline baru ada 3 siswa. Padalah SD di belakang Dhoho Plaza ini telah digabung dengan SDN Kampungdalem 5.

Kepala Disdik Kota Kediri Siswanto mengatakan setelah proses daftar ulang, sekolah harus memberikan pengarahan pada orang tua siswa untuk kegiatan pengenalan lingkungan sekolah (PLS). Yang akan dimulai 15 sampai 17 Juli.

Menurutnya, pengarahan itu sangat penting. Sebab peserta didik baru masih belum paham mengenai peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Selain itu, calon siswa nanti mempunyai gambaran mempersiapkan diri. Misalnya seragam apa yang akan digunakan selama masa PLS.

Sementara itu, PPDB jenjang SMP juga telah memasuki tahap akhir. Usai pengumuman hasil penyaringan online, kini calon peserta didik harus melengkapi berkas yang disyaratkan. Hari inilah kesempatan terakhir melakukan daftar ulang.

“Kemarin setelah diumumkan mereka langsung datang ke sekolah. Dan melakukan daftar ulang,” kata Ketua PPDB SMPN 4 Kediri Handoko.

Ia menyebut, saat hari H diumumkan , Senin (24/6) siswa telah menunggu. Menurutnya antusiasme peserta didik baru menyelesaikan proses daftar ulang sangat tinggi. Meskipun berkas tidak langsung dikumpulkan hari itu juga, namun mereka diharapkan memahami yang perlu diperhatikan untuk pengumpulan nanti.

“Berkasnya dikumpulkan saat mereka masuk atau ketika pengenalan lingkungan sekolah (PLS, Red) tanggal 14 Juli,” jelasnya.

Pada daftar ulang ini Handoko menyebut bahwa calon peserta didik baru hanya mengambil blangko untuk pengisian biodata. Dan mengisi surat pernyataan dari siswa atau orang tua. Bahwa mereka sanggup bersekolah di SMPN 4 Kediri dan akan mematuhi peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah yang bersangkutan. Surat tersebut harus dilengkapi dengan materai.

“Nanti selain itu siswa juga melampirkan berkas-berkas yang disyaratkan,” tambahnya.

Berkas yang dimaksud selain biodata siswa dan surat pernyataan juga diwajibkan ada lampiran. Yaitu berupa fotokopi surat keterangan lulus (SKL), akta kelahiran, dan kartu keluarga (KK).

Di SMP yang beralamat di JalanPenanggungan itu, hampir semua siswa baru sudah melakukan daftar ulang di hari pertama. “Kemarin, sudah 80 persen yang daftar ulang. Tinggal 20 persen saja dan besok (hari ini, Red) masih ada waktu,” ujarnya.

Di SMPN 4 Kota Kediri, yang diterima melalui jalur reguler 234 siswa. Dari total peminat 1.577. Dari jumlah itu, 623 menjadikan SMP 4 sebagai pilihan pertama.

Dari data di website PPDB Kota Kediri, selain SMPN 4 yang menjadi persaingan di pilihan pertama juga ada SMPN 1. Hanya saja, peminat di SMPN 1 totalnya  1.041 siswa. Dengan peminat di pilihan pertama adalah 537 siswa. Semuanya berasal dari dalam Kota Kediri.

Sementara siswa yang dari wilayah Kabupaten Kediri, Handoko menyebut masih ada. Hanya saja mereka berasal dari penerimaan jalur prestasi. “Sampai sekarang masih kita rekapitulasi berapa jumlahnya. Kita belum bisa memastikan,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia