Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Gunung Kelud: Tetap Menarik Meski ‘Berbahaya’

Kuatkan Potensi dengan Mitigasi Bencana

26 Juni 2019, 14: 55: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

kelud

EKSOTIS: Kawah Gunung Kelud yang kembali terisi air setelah terjadi erupsi pada 2014. (M Arif Hanafi - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Potensi Kelud sebagai destinasi wisata andalan sangat tinggi. Namun, juga punya potensi bencana yang tinggi pula. Karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai perlu ada persiapan bila sewaktu-waktu muncul bencana. Seperti bila terjadi erupsi.

“Dari sektor pariwisata, jika terjadi sesuatu akan berdampak. Baik terhadap kunjungan maupun kondisi masyarakatnya,” ujar Kabid Area Jatim dan DIY Asdep Regional II Kemenpar Widayanti, di sela-sela acara Bimbingan Teknis Pengembangan Destinasi Pariwisata Kediri Berbasis Mitigasi Bencana di Hotel Lotus Kota Kediri.

Menurut Widayanti, dengan mitigasi bencana yang jelas, tingkat kepercayaan masyarakat atau pengunjung terhadap Kelud akan tetap tinggi. Ia menginginkan walaupun dalam kondisi kurang bersahabat, orang akan tetap mau datang. Tentunya dengan diberikannya peringatan atau batas aman bagi pengunjung.

kelud pariwisata

BIMTEK: Kabid Area Jatim dan DIY Asdep Regional II Kemenpar Widayanti. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Karena itu, Kemenpar menggandeng Dinas Pariwisata, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan beberapa dinas lain. “Tidak hanya dari pariwisata saja. Tetapi harus berkolaborasi antara satu instansi dengan yang lainnya. Jangan sampai nanti orang takut datang karena ada hal yang tidak diinginkan. Nanti yang rugi kita sendiri,” tutur Widayanti.

“Masyarakat harus diberikan pembelajaran. Minimal pengenalan untuk jalur evakuasi,” imbuhnya.

Disparbud mengapresiasi bimbingan teknis dari Kemenpar tersebut. “Kita semua memang perlu merawat Kelud bersama-sama. Termasuk juga melakukan antisipasi dan mitigasi bencana jika Kelud kembali erupsi,” papar Kepala Disparbud Adi Suwignyo.

Demikian halnya dengan BPBD. Yang menganggap Kelud sebagai salah satu destinasi wisata alam yang sangat berpotensi terjadi bencana.  Karena itu perlu tim siaga. “Seperti saat hujan, adanya bahaya longsor atau banjir, dia (tim siaga, Red) tahu jalur evakuasinya ke mana. Juga mengetahui cara pertolongan pertama,” ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kediri M. Saifudin Zuhri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia