Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Hangatkan Ternak, Kandang dan Dapur Terbakar

PMK Lakukan Pemadaman selama Dua Jam

25 Juni 2019, 15: 00: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

Kebakaran

TAK TERSISA: Petugas PMK dibantu polisi dan TNI memadamkan api yang membakar dapur dan kandang milik Suratmin, 70, di Desa Talang, Rejoso, kemarin siang. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Memasuki musim kemarau, kasus kebakaran kembali marak. Kemarin siang, si jago merah mengamuk di kandang dan dapur milik Suratmin, 70. Dua bangunan milik pria tua di Desa Talang, Rejoso itu hangus tak tersisa.

          Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30, kemarin. Musibah di siang bolong itu pertama kali diketahui oleh Suprianto, 31. Pria yang baru saja pulang dari masjid usai menunaikan salat Dhuhur itu terkejut. Sebab, dari arah belakang rumah Suratmin terlihat kepulan asap hitam pekat.

          Spontan dia langsung menuju ke belakang rumah. Saat itu dia melihat api sudah membakar jerami di kandang sapi milik Suratmin. “Saksi langsung berteriak meminta tolong,” ujar Kapolsek Rejoso AKP Burhanudin.

          Hanya dalam hitungan detik, warga setempat langsung mendatangi kandang Suratmin. Untuk mencegah api semakin membesar, mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Mulai ember, selang dan peralatan lainnya.

          Tetapi, usaha mereka kalah cepat dengan kilatan api yang menyambar dapur Suratmin. Bahkan, api juga mulai membakar bagian depan rumah. Beruntung, dua unit mobil petugas memadamkan kebakaran (PMK) yang dihubungi Polsek Rejoso tiba sebelum bangunan inti rumah ikut dilalap api.

          Warga yang bergerak cepat juga berhasil menyelamatkan satu ekor sapi yang ada di kandang. “Sapinya selamat. Sedikit terbakar di bagian kepala dan punggung,” terang perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu sembari menyebut api bisa dipadamkan pukul 13.30 atau sekitar satu jam.

Ditanya tentang penyebab kebakaran, Burhan menduga amuk si jago merah itu dipicu perapian yang dibuat Suratmin sejak pagi. “Korban membuat perapian di dekat kandang untuk menghangatkan hewan ternaknya,” beber Burhan.

Celakanya, perapian itu ditinggalkan begitu saja. Diduga, api langsung menyulut jerami di dalam kandang setelah tertiup angin. Dengan peristiwa kebakaran kemarin, Burhan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat membuat perapian. “Angin kencang, api mudah menyebar. Harus hati-hati,” pintanya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia