Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Tim Geologi Tak Temukan Sumber Air di Sepawon

25 Juni 2019, 12: 57: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

sumur bor sepawon

LANGGANAN DROPPING: Petugas BPBD Kabupaten Kediri membagi air ke warga Desa Sepawon saat daerah itu kekurangan air kemarau tahun lalu. Ancaman kekeringan masih menghantui desa di lereng Kelud ini. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Rencana pengerjaan sumur bor dalam di Desa Sepawon, Plosoklaten menemukan jalan buntu. Berdasarkan penelitian, tidak ditemukan adanya indikasi sumber air di desa tersebut. Alhasil, rencana pengerjaan sumur bor dalam di tempat itu urung dilakukan.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Kediri Sampurno. Menurutnya tidak mungkin pemkab memaksaan pengerjaan sumur bor dalam tersebut jika tidak ditemukan sumber air.

“Dari beberapa titik yang telah diteliti oleh tim, tidak ditemukan sumber air di sana,” dalih Sampurno saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri.

Meskipun demikian, Sampurno menegaskan pemkab tetap berusaha mencari solusi terbaik. Khususnya untuk membantu warga mendapatkan air bersih dengan mudah. Terutama pada saat musim kemarau. Seperti tahun lalu misalnya, Desa Sepawon mengalami kekurangan air bersih yang relatif lama. Bahkan sebuah mobil badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) untuk dropping air bersih harus selalu bersiaga.

Salah satu opsi yang kemungkinan bisa diambil oleh Pemkab Kediri adalah pipanisasi. Yaitu mengalirkan air dari  sumber terdekat ke Desa Sepawon.

Nah, kebetulan, di DesaWonorejo Trisulo, Plosoklaten, peneliti menemukan sumber air.  Karena itu, di desa tersebut bisa dibuat sumur bor dalam. Bila pengerjaan tersebut telah rampung, pemkab pun akan berupaya mengalirkan air dari Wonorejo ke Sepawon. Yakni dengan pipanisasi. Namun begitu, pihaknya mengaku masih menggodok segala kemungkinan atau opsi yang lainnya.

Pengerjaan sumur bor dalam itu sendiri dilakukan oleh pihak geologi Bandung. Dari lima titik yang diusulkan, hanya tiga titik yang goal. Pengerjaan itu sendiri kemungkinan akan diselesaikan dalam jangka waktu tiga bulan.

Lebih lanjut, kajian yang dilakukan untuk mengetahui adanya titik sumber air tersebut menggunakan geolistrik. Dengan penelitian tersebut, keberadaan sumber air tanah tersebut dapat dipastikan sebelum dilakukannya pengeboran. akurasi pengeboran tersebut relatif tinggi.

Untuk diketahui, tiga wilayah di Kabupaten Kediri sedang dilakukan pengerjaan sumur bor dalam. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi kekurangan air bersih yang biasa melanda tiga wilayah tersebut ketika kemarau melanda.

Berdasarkan data dari bagian perekonomian Pemkab Kediri, titik pengeboran tersebut dilakukan di tiga kecamatan yang berbeda. Yakni Desa Kencong, Kepung; Desa Kedak, Semen; dan Desa Wonorejo Trisulo, Plosoklaten.

“Sekarang sudah mulai dilakukan pengeboran. Dalam proses pengerjaan di tiga titik tersebut,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia