Jumat, 22 Nov 2019
radarkediri
icon featured
PERSEDIKAB

Formula Tim Belum Terbentuk, Persedikab Kalah Telak

24 Juni 2019, 19: 06: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

persedikab kalah

BELUM MAKSIMAL: Pemain Persedikab saat menerobos pertahanan lawan. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Laga uji coba kedua Persedikab belum berbuah manis. Pasalnya, mereka harus mengakui keunggulan Putra Sinar Giri Gresik pada pertandingan kemarin sore (23/6). Bermain di kandang sendiri, skuad berjuluk Bleduk Kelud tak bisa menghadang kekuatan lawan hingga kebobolan 4 gol tanpa balas.

Kekalahan ini tak membuat tim kepelatihan kecewa begitu saja, justru dari hasil laga uji coba tersebut membuat pelatih mengetahui kelemahan tim. Hal ini diungkapkan Direktur Teknik Persedikab Bambang Drajat, ia mengakui bahwa Persedikab masih minim persiapan. “Memang tahun ini kita lebih lambat persiapannya dibandingkan musim lalu,” katanya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri usai pertandingan.

Sementara tim lawan, menurutnya sudah lebih matang. Terutama dalam pembentukan komposisi pemain yang jauh lebih siap dibandingkan Persedikab. Lebih lanjut, Bambang Drajat mengaskan bahwa rangkaian uji coba yang dilakukan ini sebagai pencarian formula tim.

logo Persedikab

logo Persedikab (radarkediri.id)

“Jadi tim ini belum sepenuhnya terbentuk. Pelatih masih mencari formula untuk membentuk tim. Dari sini sudah mulai kelihatan,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa dari pertandingan kemarin bisa diketahui lini mana saja yang dirasa kurang. Pelatih juga sudah dapat menilai karakter dari masing-masing pemain. Sehingga diharapkan untuk laga selanjutnya, tim sudah bisa mulai terbentuk. “Jadi pelatih sudah saya sarankan untuk mencatat kekurangan masing-masing pemain. Terutama organisasi pertahanannya,” sebut mantan pelatih Persedikab ini.

Namun Bambang Drajat menegaskan, ia tidak ikut campur dalam hal penentuan komposisi pemain. Menurutnya, itu sepenuhnya kebijakan pelatih utama Muslim Habibie. Meski demikian, ia menyebut bahwa tetap memantau perkembangan tim dan memberi masukan-masukan saja.

Memang dari pertandingan kemarin, kelemahan Persedikab adalah pada lini belakang. Kekompakan antarpemain di lini tersebut juga masih terlihat belum padu. Terutama untuk bola-bola cepat yang dilancarkan oleh lawan. Hal tersebut membuat tim lawan mudah menembus pertahanan tim berjersey merah ini.

Sebenarnya pola permainan menyerang sudah ditunjukkan anak asuh Habibie, hanya saja eksekusi yang mereka lakukan belum maksimal. Terbukti dari beberapa eksekusi yang dilakukan kapten Hanafi yang selalu meleset. Terfokus di lini depan justru membuat Persedikab kecolongan saat lawan menyerang. Hingga mereka kebobolan 4 gol tanpa balas.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia